Home / Daerah

Kamis, 6 November 2025 - 13:04 WIB

Semangat Tak Surut, 15 Peserta Kafilah Pidie Tembus Final MTQ Aceh

mm Amir Sagita

Syarifah Humaira, peserta cabang khattil kontemporer putri yang tembus ke babak final pada MTQ ke XXXVII di Pidie Jaya, (Foto.Amir Sagita NOA.co.id).

Syarifah Humaira, peserta cabang khattil kontemporer putri yang tembus ke babak final pada MTQ ke XXXVII di Pidie Jaya, (Foto.Amir Sagita NOA.co.id).

Pidie Jaya – Satu per satu nama peserta dari Kabupaten Pidie dipanggil ke atas panggung pengumuman finalis MTQ ke-XXXVII tingkat Provinsi Aceh. Suasana Aula MTQ Center Pidie Jaya malam itu sontak riuh oleh tepuk tangan dan sorak haru dari para pendamping. Dari 15 cabang lomba, nama-nama kafilah Pidie berkali-kali disebut panitia.

Raut bahagia jelas terpancar di wajah drh. Fazli, M.Si, Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Pidie, yang tak henti mengucap syukur.

“Alhamdulillah, ini pencapaian luar biasa. Ada 15 peserta kita yang berhasil masuk final. Mereka tampil luar biasa, percaya diri, dan membuat juri terkesan,” ujarnya kepada NOA.co.id, Kamis (6/11/2025).

Baca Juga :  Sat Reskrim Polres Simeulue mengamankan Terduga Pembuat Laporan palsu  

Ke-15 finalis itu datang dari berbagai cabang, mulai dari tilawah, qiraah sab’ah, hingga hafalan dan kaligrafi. Di antaranya ada Muhammad Tafsir Aziz dan Azra Azcia, dua peserta cilik yang memikat hati juri lewat lantunan ayat suci dengan suara merdu dan tajwid yang nyaris sempurna.

Ada pula Thantawi, peserta tunanetra asal Sigli yang tak pernah menjadikan keterbatasan sebagai penghalang. Setiap huruf Al-Qur’an ia lantunkan dengan penuh penghayatan, seolah menembus batas antara manusia dan Sang Pencipta.

“Thantawi itu inspirasi bagi kami semua. Saat tampil, suasana hening, semua terpukau. Air mata saya hampir jatuh,” cerita salah satu pendamping kafilah.

Baca Juga :  Bank Aceh Raih Penghargaan UIN Ar Raniry Awards

Dari cabang hafiz 10 juz, Muhammad Refka Arihan dan Izzatul Aisar juga tampil luar biasa. Dengan suara tenang dan hafalan yang kuat, keduanya berhasil melaju ke final dan menjadi tumpuan harapan Pidie di kategori hafalan.

Sementara itu, cabang khat Al-Qur’an pun tak kalah membanggakan. Muhammad Zikrullah dan Syarifah Humaira sukses memikat juri dengan karya kaligrafi bernuansa artistik yang sarat makna keislaman.

Fazli menuturkan, capaian tahun ini menjadi lonjakan besar dibanding MTQ sebelumnya di Simeulue. Saat itu, hanya sembilan peserta Pidie yang mampu menembus final. Kini, jumlahnya naik menjadi 15 orang.

“Ini bukti bahwa pembinaan yang kita lakukan mulai berbuah. Insya Allah, mereka akan membawa nama Pidie lebih tinggi lagi,” ujar Fazli penuh optimisme.

Baca Juga :  Dulmusrid Klarifikasi Tuduhan dan Fitnah Soal Dugaan Ijazah

Di balik capaian itu, tersimpan kisah perjuangan panjang para peserta. Sejak berbulan-bulan sebelum MTQ, mereka berlatih siang dan malam, di bawah bimbingan para pelatih berpengalaman. Ada yang rela menunda urusan sekolah, ada pula yang berlatih meski dalam kondisi cuaca tidak menentu.

Kini, doa dan harapan masyarakat Pidie terus mengalir agar para finalis itu mampu mempersembahkan hasil terbaik. Seperti kata Fazli, “Kemenangan sejati bukan hanya soal juara, tapi bagaimana mereka bisa menjadi duta Al-Qur’an yang membawa berkah bagi daerahnya.”

Editor: Amiruddin. MKReporter: Amir Sagita

Share :

Baca Juga

Daerah

Kantor Imigrasi Sabang Pastikan Orang Asing di Sabang Tidak Melanggar Hukum

Advetorial

PT PEMA Adakan Pembinaan dan Pengembangan UMKM, Dorong Pelaku UMKM Berkompetisi

Aceh Barat

Ketua MPU Aceh Barat Minta Masyarakat Bersikap Bijak Terhadap Kedatangan Etnis Rohingya

Daerah

Inspektur Kodam Iskandar Muda Hadiri Jamuan Makan Malam Bersama Paskibraka Provinsi Aceh

Aceh Timur

Aceh Timur Kembali Raih UHC Award 2024

Daerah

Kemenkum Aceh Berkomitmen Perkuat Sistem Pemberantasan Pungli 

Aceh Barat

Aceh Barat Digagas Jadi Daerah Penanggulangan Kemiskinan

Daerah

JICA Siap Beri Dukungan Penuh untuk Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi di Aceh