Home / Daerah / Opini / Politik

Minggu, 21 Juli 2024 - 23:11 WIB

Semestinya Aceh Singkil Bersyukur

Redaksi

Asmuddin (Noa.co.id FOTO/HO/Dok Pribadi).

Asmuddin (Noa.co.id FOTO/HO/Dok Pribadi).

Aceh Singkil – Semestinya Daerah ini bersyukur, memiliki Bakal Calon Bupati dan wakil Bupati yang berlatar belakang wirausaha dan Hukum. H. SAFRIADI, SH atau H. OYON MANIK pernah Menjadi pemimpin di Aceh Singkil dan berlatar belakang sebagai seorang pengusaha yang terbilang sukses dan berhasil dibidang kewirausahaan.

Mantan Mantan Bupati Aceh Singkil yang pernah Dua kali membawa Aceh Singkil mengikuti ajang kompetisi dunia yang diselenggarakan PBB, akhirnya Kabupaten Aceh Singkil mendapatkan juara second winner place dalam UNPSA 2015. Artinya Pak H. Oyon memiliki pengalaman lobi- lobi atau biasa di sebut jemput bola sebagai wirausaha.

Demikian pula dengan Bakal Calon wakil Bupatinya, H. Hamzah Sulaiman, SH. Siapapun yang tahu bahwa tokoh kelahiran Aceh Singkilyang satu ini juga adalah orang sukses dalam dalam lembaga yudikatif beliau dikenal sebagai yang mulia Hakim Tipikor Pengadilan negeri Kelas 1A Banda Aceh Oleh karena itu, Daerah ini kedepan tidak dipimpin oleh bangsawan, Milter atau birokrat, melainkan oleh orang-orang yang berjiwa wirausaha dan Hukum yang menjunjung tinggi serta patuh terhadap Hukum.

Sejak kepemimpinan Bapak H. Oyon Peiode 2012 – 2017 lalu beliau mengembangkan jiwa kewirausahaan didaerah ini sangat tinggi. Beliau mempunyai cita – Cita kedepan perekonomian Daerah ini harus dilakukan melalui pengembangan kewirausahaan. Generasi muda harus didorong agar menjadi wirausahawan, dan bukan menjadi birokrat atau pegawai negeri.
perekonomian daerah ini tidak cepat maju karena persentase orang yang bekerja sebagai wirausaha masih sangat rendah.

Baca Juga :  Desa Lawan Sindikat TPPO

Keadaan yang ada selama ini jika dibandingkan dengan jumlah wirausaha di beberapa daerah maju, Aceh Singkil masih Terbilang sangat kecil. Itulah sebabnya, gerakan membangun jiwa wirausaha digalakkan di mana-mana. Melalui strategi itu diharapkan mampu mengatasi jumlah kemiskinan yang semakin meningkat.

Menjadi terasa aneh, Daerah yang dipimpin oleh orang-orang yang berjiwa wirausaha justru lebih terasa birokratis. Akibatnya, penyerapan anggaran pemerintah saja dirasakan menjadi lambat. Yang kurang menggembirakan itu bukan terjadi di satu atau dua SKPD saja, melainkan di berbagai SKPD yang ada. Diduga, penyebab keterlambatan itu adalah karena semua pejabat merasa takut dan harus berhati-hati dalam mencairkan anggaran. Sebab jika dianggap menyimpang atau menyalahi prosedur maka risikonya sedemikian berat, yaitu dianggap korupsi dan akhirnya dipenjara.

Baca Juga :  Mengapa Pj. Bupati Tidak Menghadiri Rapat Paripurna Penyampaian Visi-Misi Calon Bupati Aceh Singkil?

Pemahamannya ternyata juga begitu luas. Penggunaan anggaran yang tidak sesuai dengan prosedur yang ditetapkan, maka dianggap melakukan kesalahan dan dapat diminta di pengadilan. Sekalipun seorang pejabat tidak mengambil uang negara, akan tetapi jika apa yang dilakukannya menyalahi prosedur dan ternyata menguntungkan orang atau lembaga lain, maka yang dianggap korupsi dan harus dipenjarakan.

Menurut analisa dan pemahaman saya Pribadi Alasan itu jugalah yang menjadi Alasan mendasar Pak H. Safriadi Memilih Bapak H. Hamzah Sulaiman menjadi Pasangan Beliau sebagai Bakal Calon Wakil Bupati Yang akan mendampingi beliau di masa Kepemimpinan beliau yang akan datang.

Seperti kita ketahui bersama dengan niat kuat dan tulu Bapak H. Hamzah untuk daerah di tandai dengan memutuskan untuk mengundurkan diri dengan pensiun dini yang sejatinya satu tahun lebih lagi masa purna tugas beliau sesuatu yg di ambil itu Adalah sebuah resiko besar karena jabatan sebagai hakim Tipikor di Pengadilan Negeri Kelas 1A di Banda Aceh adalah sebuah jabatan bila dibandingkan ketika beliau sebagai pejabat forkopimda di Aceh Singkil.swbagai Warga Aceh Singkil saya angkat salut dan berteeimakasih sebwsar – besarnya kepada beliau yang berbekal pengalaman beliau sela berkecimpung di lembaga Yudikatif rela lompat pagar demi sebuah cita2 serta niat yang tulus membangun Tanah kelahiran beliau Aceh Singkil Tanoh metuah ini.

Baca Juga :  Bupati Aceh Singkil Kini Urus Rujuk Perceraian PPPK, Warga Terdampak Puting Beliung Terabaikan

Sudah menjadi rumusan bahwa, kehati-hatian yang berlebihan sekedar memenuhi prosedur, pasti mengakibatkan gerak tidak cepat, tidak lincah, tidak efisen, dan bahkan biayanya menjadi sangat mahal. Itulah sebabnya, apa saja yang dilakukan oleh birokrasi pemerintah atau lazimnya disebut birokrasi mesin, selain mahal juga geraknya menjadi lambat. Orang cerdas biasanya tidak berada pada suasana birokrasi seperti itu.

Sangat berbeda dengan tuntutan cara kerja birokrat, adalah cara wirausaha. Para pengusaha atau wirausaha biasanya kaya akan strategi, siasat, dan atau terobosan. Dengan menempuh kebiasaan seperi itu, maka para wirausaha menjadi lebih lincah, cepat, murah, dan akhirnya memperoleh keuntungan. Bermodalkan kelincahannya itu seorang wirausaha, manakala ada peluang yang menguntungkan, maka tidak mengetahui waktu dan keadaan, mereka segera memanfaatkan peluang itu. Terimakasih.

Penulis : Asmuddin (Mantan Imeum Mukim Punaga dan pernah menjabat sebagai ketua Forum Imam Mukim Se-Aceh Singkil).

Share :

Baca Juga

Daerah

​Jumat Berkah Penuh Kepedulian, Persit Yonif 112/DJ Salurkan Bantuan Sembako untuk Anak Yatim Banda Aceh

Daerah

Pemkab Aceh Utara Apresiasi CSR PT PGE untuk Beasiswa dan Rumah Duafa

Aceh Timur

Kejari Aceh Timur Gelar Upacara HUT Adhiyaksa Ke-64 Dan Ini Capaian Kinerja

Aceh Barat

Kapolres Aceh Barat Ingatkan Pentingnya Operasi Patuh Seulawah 2024

Aceh Besar

Masyarakat Seulimuem Serahkan Bantuan 3 Ton Beras dan Dana Rp19,9 Juta untuk Korban Banjir Aceh

Daerah

Musrenbang di Peukan Bada, Asisten II Sekda Aceh Besar Tegaskan Pentingnya Usulan Program yang Bermanfaat

Daerah

Pidie Dapat Penghargaan Dari Kementrian HAM

Daerah

DPRA Mendukung agenda ratifikasi Konvensi ILO No. 188