Home / Daerah / Hukrim

Minggu, 9 Februari 2025 - 15:53 WIB

Bem Nus Wilayah Aceh Tolak Revisi KUHAP

mm Redaksi

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara Wilayah Aceh, Muhammad Khalis. (Foto : Farid Ismullah/NOA.co.id).

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara Wilayah Aceh, Muhammad Khalis. (Foto : Farid Ismullah/NOA.co.id).

Banda Aceh – Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEM Nus) Wilayah Aceh menyoroti revisi Kitab Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang membahas soal kewenangan kejaksaan, Minggu.

“Ada beberapa hal yang perlu dicermati  dalam rancangan KUHAP tersebut, salah satunya menyangkut asas Dominus Litis yang memberikan kewenangan kepada lembaga penegak hukum untuk menentukan jalannya suatu perkara pidana,” Kata Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara Wilayah Aceh, Muhammad Khalis, 9 Februari 2025.

Baca Juga :  Masyarakat Simpang Jernih Ucapkan Terimakasih PJ Bupati Aceh Timur

Ia menambahkan, hal tersebut Memperluas kewenangan dominus litis atau pengendali perkara, berpotensi mengganggu prinsip checks and balances.

“Jika asas tersebut diterapkan, kemungkinan pelanggaran terhadap prinsip negara hukum terutama adanya persamaan kedudukan di muka hukum bagi setiap orang,” terangnya.

Menurutnya ada beberapa hal yang perlu jadi perhatian dalam rancangan KUHP yang baru.

Pertama, memastikan asas pradilan yang sederhana cepat dan berbiaya murah. Kedua,  memanfaatkan teknologi dalam proses hukum dan ketiga,  merekontruksi ulang pihak-pihak yang dilibatkan dalam penegakan hukum pidana,” ucapnya.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Terhadap Anak di Bawah Umur

“Asas dominus litis atau pengendali perkara bagi kejaksaan perlu dibahas lebih hati-hati dalam Revisi Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RKUHAP) maupun Undang-Undang Kejaksaan,” Ujarnya.

Diketahui, Dengan asas tersebut, kejaksaan memiliki kewenangan menentukan jalannya perkara, termasuk menentukan tuduhan, menentukan pembuktian, dan argumen hukum.

“di dalam sebuah peradilan, pidana itu ada sistem yang terdiri dari sub sistem. Sub sistem kepolisian yaitu penyidikan, (sub sistem) kejaksaan penuntutan, dan (sub sistem) pengadilan yaitu hakim memutuskan perkara dan lembaga eksekutor,” jelasnya.

Baca Juga :  Sambut Ramadhan, Gampong Lheue Blang Adakan Berbagai Perlombaan

Semua lembaga tersebut harus bersinergi. Sistem harus ditopang oleh sub sistem yang sederajat karena jika ada dominasi kewenangan, maka potensi penyalahgunaan wewenang cukup besar terjadi.

“Maka itu, kami Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara Wilayah Aceh menolak revisi Kitab Hukum Acara Pidana (KUHAP) tersebut” Tutupnya.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

Bakri Siddiq; Kerjasama BASAJAN Harus Diintensifkan dan Ditingkatkan

Daerah

Saat Bulan Ramadhan, Permintaan cincau di Aceh meningkat

Daerah

TNI AL Berhasil Operasi Patah Tulang Kaki Anak 9 Tahun di Aceh Tamiang

Daerah

Kapolres Pidie Jaya Pimpin Taptu dan Pawai Obor

Daerah

Pemerintah Indonesia Didesak Buka Akses bagi NGO Internasional Pasca Banjir Aceh

Daerah

Pertemuan di ESDM Aceh, Ini Penjelasan Pertamina Terkait Antrean BBM di SPBU

Daerah

Mendagri Tito Karnavian Terima Gelar Adat “Petua Panglima Hukom Nanggroe” dari Wali Nanggroe Aceh

Daerah

Mau Urus Paspor, Tahun 2025 Ayo ke Pidie