Home / Internasional / News / Peristiwa

Minggu, 8 Maret 2026 - 12:56 WIB

Tiga Raksasa Laut ‘Kepung’ Iran

Farid Ismullah

Penampakan kapal induk USS George H.W. Bush milik Angkatan Laut AS yang akan menyusul dua kapal induk lainnya ke kawasan panas Timur Tengah. (Foto: Dok. US Navy)

Penampakan kapal induk USS George H.W. Bush milik Angkatan Laut AS yang akan menyusul dua kapal induk lainnya ke kawasan panas Timur Tengah. (Foto: Dok. US Navy)

Banda Aceh – Pentagon kini mulai mengerahkan kapal induk ketiganya, USS George H.W. Bush, untuk memperkuat gempuran terhadap Iran seiring perang yang hampir memasuki pekan kedua.

Laporan Fox News menyebutkan, kapal induk USS George H.W. Bush (CVN-77) telah merampungkan seluruh persiapan akhir di lepas pantai Carolina Utara. Kapal induk raksasa ini akan segera bertolak menuju perairan Mediterania Timur untuk bergabung dengan armada tempur AS lainnya.

Gugus tugas kapal induk ini sekarang dalam kondisi prima setelah menyelesaikan latihan tempur unit komposit. Kapal yang mengangkut puluhan jet tempur canggih ini bakal mendapat pengawalan ketat dari armada kapal perusak berpeluru kendali.

Baca Juga :  Kapal Perang AS USS Nimitz Gunakan Hak Lintas Transit Lewati Selat Malaka

“Kami tahu rekan-rekan seperjuangan tengah bertaruh nyawa di sana saat ini. Tugas kami adalah memastikan, saat mereka membutuhkan bantuan, kami siap memberikannya seketika tanpa ragu,” tegas Komandan kapal induk Bush, Kolonel Robert Bibeau, Dikutip dari USNI News, Minggu (8/3/2026).

Tiga Raksasa Laut ‘Kepung’ Iran

Kedatangan USS George H.W. Bush akan melengkapi dua kapal induk AS yang sudah lebih dulu bersiaga di kawasan panas tersebut. Berdasarkan pantauan USNI News, kapal induk terbaru AS, USS Gerald R. Ford (CVN-78), baru saja melintasi Terusan Suez dan masuk ke perairan Laut Merah.

Sementara itu, kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN-72) juga masih aktif beroperasi di perairan Laut Arab dan Laut Oman. Dengan hadirnya tiga kapal induk sekaligus, AS memiliki daya pukul udara yang sangat mematikan untuk menjangkau daratan Iran dari berbagai sisi.

Baca Juga :  Jangan Salah Beli Kurma Israel, Kenali 6 Cirinya

Langkah masif militer AS ini merupakan buntut dari gempuran besar-besaran AS dan Israel ke Iran pada akhir pekan lalu. Sumber Anadolu melaporkan serangan tersebut menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei, ratusan siswi sekolah, hingga sejumlah pejabat tinggi militer.

Iran membalas serangan itu dengan menghujani pangkalan militer, kantor diplomatik, dan personel AS di seluruh kawasan dengan rentetan rudal. Kondisi yang terus memanas inilah yang memaksa Pentagon mengirimkan tambahan kapal induk ke garis depan.

Baca Juga :  KBRI Kuala Lumpur dan BP3MI Sumatera Utara Fasilitasi Pemulangan Jenazah PMI Asal Kabupaten Labuhan Batu

Pecahkan Rekor Perang Vietnam

Pengerahan kekuatan ini juga memaksa para pelaut AS bekerja ekstra keras di tengah konflik. Wakil Kepala Operasi Angkatan Laut AS, Laksamana Jim Kilby, mengonfirmasi Departemen Pertahanan memperpanjang masa tugas kapal induk USS Gerald R. Ford hingga Mei mendatang.

Jika Ford terus bersiaga hingga pertengahan April, kapal ini akan memecahkan rekor penugasan kapal induk terlama setelah era perang Vietnam. Kapal induk terbaru ini diperkirakan akan menghabiskan total 11 bulan di tengah laut tanpa pulang demi menjamin posisi AS dalam perang melawan Iran.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Internasional

Kemlu RI : 11 WNI di Israel Minta Dievakuasi

Internasional

Eskalasi konflik Iran–Israel, Kemenko Polkam Koordinasikan Pemulangan WNI dari Iran

Daerah

Dandim 0109/ Aceh Singkil Instruksikan Babinsa deteksi dini potensi karhutla

Internasional

Puluhan Warga Sipil Palestina Syahid Dibombardir Israel tanpa Ampun

Internasional

Pemerintah Evakuasi WNI dari Iran

Daerah

Presiden Prabowo masih Ingat Jasa Tokoh Aceh yang Selamatkan Keluarganya

Daerah

Wagub Aceh Tinjau Posko Nasional Bencana, Bantuan Udara Terus Disalurkan ke Daerah Terisolir

Internasional

Menlu RI Tegaskan Komitmen Dukungan Indonesia Terhadap UNRWA dan Mandatnya untuk Palestina