Aceh Barat Daya – Memasuki hari empat operasi pencarian, Tim SAR Gabungan terus memperluas penyisiran untuk menemukan Melda Anita, remaja yang hilang setelah terseret arus laut di Pantai Ujong Manggeng, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Mukhsin, mengatakan seluruh unsur pencarian terus bergerak menyisir perairan.
Area pencarian kini telah mencapai radius sekitar 18 mil laut dari lokasi awal korban hilang.
“Hari ini tim sudah menyebar hingga sekitar 18 mil laut. Pencarian masih terus berlangsung dengan melibatkan seluruh unsur SAR gabungan,” kata Mukhsin, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, cuaca di lapangan masih menjadi tantangan utama bagi tim. Arus laut yang kuat serta gelombang tinggi membuat proses penyisiran berlangsung lebih berat sehingga personel harus mengutamakan keselamatan selama operasi.
Selain memperluas area pencarian di laut, tim juga terus memantau sejumlah titik menjadi jalur hanyut korban berdasarkan kondisi arus dan arah angin.
Mukhsin juga menanggapi permintaan keluarga korban yang berharap tim melakukan penyelaman di titik awal Melda hilang.
Namun, hingga saat ini kondisi perairan belum memungkinkan untuk pelaksanaan penyelaman.
“Permintaan keluarga tentu kami pahami. Namun, untuk melakukan penyelaman di titik awal sangat tidak memungkinkan karena ombak masih tinggi dan arus laut sangat deras. Keselamatan personel menjadi prioritas dalam operasi pencarian,” ujarnya.
Musibah yang menimpa Melda terjadi pada Senin (29/6/2026) sekitar pukul 15.15 WIB di Pantai Ujong Manggeng, Desa Lhok Pawoh, Kecamatan Manggeng.
Saat itu Melda bersama Aida (14) mandi di laut bersama anggota keluarganya yang memanfaatkan masa libur sekolah.
Saat keduanya berada di perairan, arus laut yang kuat serta gelombang tinggi datang secara tiba-tiba hingga menyeret mereka ke tengah laut.
Warga yang berada di sekitar lokasi langsung berusaha memberikan pertolongan. Namun derasnya arus membuat upaya penyelamatan tidak berhasil.
Pada hari kedua pencarian, Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 09.15 WIB, Tim SAR Gabungan menemukan Aida.
Aida merupakan warga Desa Blang Padang, Kecamatan Tangan-Tangan, dalam kondisi meninggal dunia.
Tim menemukan korban mengapung sekitar satu mil laut dari bibir pantai, tidak jauh dari lokasi awal kedua remaja itu terseret ombak.
Sementara itu, Melda Anita hingga kini masih belum ketemu meski pencarian telah memasuki hari keempat.
Melda Anita merupakan siswi SMP Negeri 1 Kuala Batee. Remaja asal Desa Kuala Terubu (Lama Inong), Kecamatan Kuala Batee.
Korban merupakan anak sulung dari empat bersaudara, putri pasangan Salmadi dan Maida Fitri.
Tim SAR Gabungan yang terdiri atas personel TNI, Polri, BPBK, BPBD, relawan, masyarakat, serta nelayan masih terus menyisir sejumlah titik perairan.
Seluruh unsur berharap kondisi cuaca segera membaik agar upaya pencarian dapat berlangsung lebih maksimal dan Melda Anita segera ditemukan.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar














