Meulaboh — Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil, SH, secara resmi membuka kegiatan Competition of Science, Religion and Art (Comsrat) ke-8 dengan tema Actualization MAN 1 Aceh Barat Tahun Pelajaran 2026–2027, yang digelar di sekolah setempat, Kamis (22/01/2026).
Pada Comsrat ke-8 tahun ini, panitia melaksanakan 14 cabang perlombaan dengan jumlah peserta mencapai 918 orangyang berasal dari 36 sekolah di Kabupaten Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, dan Aceh Besar.
Dalam sambutannya, Said Fadheil mengapresiasi MAN 1 Aceh Barat yang secara konsisten menghadirkan Comsrat sebagai ruang kompetisi edukatif yang tidak hanya mengasah kecerdasan akademik, tetapi juga membentuk karakter peserta didik tanpa meninggalkan nilai spiritualitas, kreativitas, dan kepekaan sosial.
“Tema Comsrat ke-8 ini, Actualization, sangat relevan dengan tantangan pendidikan hari ini. Aktualisasi bukan hanya tentang memiliki potensi, tetapi tentang keberanian mewujudkan potensi menjadi aksi nyata,” ujar Said Fadheil.
Ia menegaskan bahwa peserta didik tidak cukup hanya unggul di ruang kelas, tetapi juga harus mampu tampil berkontribusi, bekerja sama, serta memberi dampak positif bagi lingkungan sekitarnya. Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam memajukan sektor pendidikan.
Said Fadheil juga menyampaikan rencana Pemkab Aceh Barat untuk menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait penerapan Program Gampang, Asik dan Menyenangkan (Gasing) pada 26 Januari 2026 mendatang.
“Gasing merupakan metode pembelajaran matematika inovatif yang dikembangkan oleh Profesor Yohanes Surya. Metode ini dirancang agar anak-anak tidak takut dengan matematika dan telah terbukti berhasil, salah satunya di Papua,” jelasnya.
Ia menambahkan, penerapan program Gasing diharapkan mampu meningkatkan minat dan prestasi peserta didik dalam bidang matematika, sebagaimana keberhasilan sejumlah siswa yang mampu menorehkan prestasi hingga tingkat olimpiade.
Menutup sambutannya, Wakil Bupati Aceh Barat berpesan kepada seluruh peserta Comsrat agar menjadikan kompetisi ini sebagai sarana pembelajaran yang bermakna.
“Menang itu penting, tetapi proses kejujuran, sportivitas, dan keberanian untuk tampil jauh lebih berharga. Tunjukkan potensi terbaik kalian, aktualisasikan kemampuan, dan jadilah generasi yang siap memberi makna bagi masa depan Aceh Barat,” pungkasnya.
Editor: Amiruddin. MK









