Home / Pemerintah Aceh

Rabu, 18 Februari 2026 - 08:12 WIB

Wagub Aceh Resmikan Pesawat Simulasi Haji di Asrama Haji Banda Aceh, Singgung Sejarah Seulawah RI 001

mm Redaksi

Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, memberikan sambutan pada acara Penyerahan Mock-Up Pesawat Kepada Asrama Haji Prov. Aceh, di Banda Aceh, Minggu, (15/2/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, memberikan sambutan pada acara Penyerahan Mock-Up Pesawat Kepada Asrama Haji Prov. Aceh, di Banda Aceh, Minggu, (15/2/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menghadiri peresmian pesawat simulasi dan Gedung A2 Grand Misfalah yang dibangun melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) 2025 di Asrama Haji Kelas I Aceh, Minggu (15/2/2026).

Peresmian dilakukan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, bersama Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan. Turut hadir Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Direktur Utama Citilink, anggota DPR RI, unsur Forkopimda, kepala SKPA terkait, serta jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh.

Dalam sambutannya, Fadhlullah menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Haji dan Umrah RI serta Garuda Indonesia atas dukungan terhadap peningkatan fasilitas pelayanan haji di Aceh. Ia menegaskan, kehadiran pesawat simulasi dan Gedung A2 menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas layanan bagi calon jamaah haji.

“Pesawat ini merupakan wahana manasik pertama di Indonesia yang menggunakan badan pesawat asli, sehingga memberikan pengalaman nyata bagi jamaah dalam memahami proses penerbangan dan prosedur keselamatan,” ujar Fadhlullah.

Baca Juga :  Marlina Kukuhkan Bunda PAUD dan Ketua Forikan Simeulue

Menurutnya, fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapan teknis dan mental jamaah sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Sementara itu, Gedung A2 Grand Misfalah diharapkan memperkuat kapasitas pemondokan dengan standar layanan yang lebih nyaman dan representatif.

Pada kesempatan tersebut, Fadhlullah juga mengaitkan kehadiran pesawat simulasi dengan sejarah perjuangan rakyat Aceh dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Ia mengingatkan kembali peran penting Aceh saat Agresi Militer Belanda 1947–1948, ketika wilayah ini menjadi salah satu daerah yang tidak berhasil diduduki.

Ia turut menyinggung kunjungan Presiden Soekarno ke Aceh pada 16 Juni 1948, saat menyerukan penggalangan dana untuk pembelian pesawat guna mendukung perjuangan Republik yang tengah diblokade. Seruan tersebut disambut para saudagar yang tergabung dalam GASIDA bersama masyarakat Aceh, hingga berhasil mengumpulkan 120.000 dolar Malaya dan emas 20 kilogram.

Baca Juga :  Biro PBJ Setda Aceh Gelar Sosialisasi Pencatatan Non-Tender

Dana itu kemudian digunakan untuk membeli pesawat Dakota DC-3 yang menjadi cikal bakal Indonesian Airways, yang selanjutnya berkembang menjadi Garuda Indonesia. Pesawat tersebut dikenal dengan nama Seulawah RI 001 dan menjadi simbol solidaritas rakyat Aceh bagi kelangsungan Republik.

“Semua ini adalah bukti dan kenyataan betapa rakyat Aceh mencintai republik ini,” kata Fadhlullah.

Selain menyinggung sejarah, Wakil Gubernur juga menyampaikan keprihatinan terhadap tingginya harga tiket penerbangan rute Aceh–Jakarta. Ia menilai kondisi tersebut ironis karena biaya perjalanan melalui Kuala Lumpur justru lebih murah dibandingkan penerbangan langsung.

Ia meminta pihak maskapai mempertimbangkan kondisi tersebut dan menyesuaikan harga tiket agar lebih terjangkau bagi masyarakat. Fadhlullah juga berharap Garuda Indonesia dapat kembali mengoperasikan rute Banda Aceh–Medan guna memperkuat konektivitas Aceh dengan Sumatera Utara.

Baca Juga :  Sekda Aceh Dorong Percepatan Pembentukan LPDPA untuk Jamin Keberlanjutan Pendidikan

Selain itu, ia mendorong dibukanya penerbangan reguler langsung bagi jamaah umrah rute Aceh–Arab Saudi, mengingat jumlah jamaah umrah asal Aceh mencapai lebih dari 30 ribu orang setiap tahun.

“Di bawah kepemimpinan Bapak Dirut Garuda, kami berharap dapat dilakukan penyesuaian sehingga harga tiket dan hal terkait lainnya yang selama ini memberatkan dapat teratasi,” ujarnya.

Fadhlullah juga mengingatkan bahwa Aceh memiliki kekhususan sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang, sehingga setiap kebijakan kementerian di tingkat pusat diharapkan tetap mengedepankan kekhususan tersebut.

Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen meningkatkan pelayanan di berbagai sektor di Aceh, termasuk pelayanan haji, umrah, serta transportasi udara.

“Komitmen Presiden terkait haji dan umrah, khusus untuk Aceh, luar biasa,” katanya.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Temui Kemenko Infrastruktur di Jakarta, Bahas Percepatan Pembangunan Huntara Korban Bencana

Daerah

Gubernur Muzakir Manaf: Penghapusan Barcode Demi Kenyamanan Bersama

Dinsos Aceh

Ibu Gubernur Aceh Lepas 3 Truk Bantuan Dinsos Aceh ke Tiga Kabupaten Terdampak Banjir

Nasional

Menteri Abdul Mu’ti: Pendidikan Aceh Harus Berbasis Karakter dan Keadilan Akses

Pemerintah Aceh

Naik Rakit, Gubernur Mualem Tinjau Akses Kuala Baru di Aceh Singkil

News

Pj Gubernur Safrizal Apresiasi Peningkatan Pelayanan Publik di Aceh dalam Penganugerahan Predikat Kepatuhan 2024

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Terima LHP BPK Terkait Belanja Pilkada 2024, Pastikan Seluruh Temuan Ditindaklanjuti

Daerah

DWP Aceh Salurkan Bantuan Pemulihan Pascabanjir untuk Warga Aceh Tamiang