Home / Aceh Barat Daya / News

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:23 WIB

40 Persen Dapur MBG di Abdya Berhenti Beroperasi, Pekerja Risau Tak Terima Honor

mm Teuku Nizar

Ilustrasi dapur SPPG MBG yang tutup sementara akibat dana seret. Foto. Dok. Teukunizar/NOA.co.id

Ilustrasi dapur SPPG MBG yang tutup sementara akibat dana seret. Foto. Dok. Teukunizar/NOA.co.id

Aceh Barat Daya – Aktivitas sejumlah dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengalami gangguan.

Sekitar 40 persen dari total dapur MBG di daerah tersebut tidak beroperasi, sehingga memicu dampak berantai terhadap pedagang hingga para pekerja dapur.

Lesunya permintaan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membuat para pedagang buah dan sayuran mengalami kelebihan stok.

Kondisi itu ikut memengaruhi aktivitas perdagangan di pasar pusat Kota Blangpidie.

“Pasar buah dan sayur sedang lesu. Selama ini permintaan dari SPPG cukup membantu perputaran ekonomi,” kata Bang Juli, yang selama ini memantau perkembangan ekonomi pasar di pusat Kota Blangpidie.

Baca Juga :  Kadin Abdya Soroti Dugaan Bulog Abaikan Kilang Lokal

Kondisi tersebut juga menimbulkan keresahan di kalangan relawan dan pekerja dapur MBG.

Mereka khawatir tidak memperoleh honor yang biasanya secara harian apabila aktivitas dapur terus terhenti hingga akhir pekan.

“Kiban ta top kredit Hondanyo,” ujar Rakiah, salah seorang pekerja dapur MBG, menggambarkan kegelisahannya terhadap kondisi tersebut.

Selain pekerja, para pengelola dapur atau mitra MBG juga menghadapi banyak pertanyaan dari masyarakat.

Baca Juga :  Gubernur Mualem dan Istri Halal bi Halal ke Kediaman Wali Nanggroe

Sejumlah orang tua murid dan perangkat desa yang selama ini menerima distribusi makanan dari program MBG terus menghubungi para mitra untuk menanyakan kelanjutan pelayanan.

“Saban hari kami menerima telepon dari orang tua murid dan petugas desa yang biasanya menerima kiriman makanan dari MBG,” ungkap salah seorang mitra yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Di tengah berbagai keluhan yang muncul, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya segera memberikan penjelasan terkait penghentian operasional sebagian dapur MBG tersebut.

Baca Juga :  Perayaan HUT Abdya ke-24 Dongkrak Ekonomi Rakyat

Sejumlah pihak juga menunggu keterangan resmi dari Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Barat Daya selaku Ketua Tim Satuan Tugas MBG Abdya mengenai alasan penghentian operasional beberapa dapur dan langkah-langkah untuk mengatasi persoalan tersebut.

Terhentinya aktivitas sebagian dapur MBG tidak hanya berdampak pada pelayanan program makan bergizi bagi masyarakat saja.

Namun, juga memengaruhi roda perekonomian para pedagang serta pendapatan para pekerja yang selama ini menggantungkan penghasilan dari program tersebut.

Share :

Baca Juga

News

Penegakkan SI, Kadis Syariat Islam Apresiasi langkah WaliKota

Aceh Barat

Bupati Aceh Barat Tinjau WTP 2, Pastikan Suplai Air Bersih Meningkat

Aceh Barat Daya

Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Dikhawatirkan Berakhir Mangkrak

Aceh Besar

Pj Bupati Aceh Besar Ajak Masyarakat Rutin Donor Darah 

Aceh Barat Daya

Sempat Dinyatakan Hilang, Dua Nelayan di Abdya Ditemukan Selamat

News

Pemprov Aceh Dorong Kemandirian Dayah Lewat Kolaborasi Ulama dan Pemerintah

News

Marlina Usman Resmi Dilantik sebagai Ketua TP PKK dan TP Posyandu Aceh

Aceh Barat Daya

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Pj Bupati Sampaikan Hal Ini