Sigli – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nusantara Banda Aceh resmi mengukuhkan Dr. Safwan sebagai Ketua Program Studi Magister Studi Islam Pascasarjana.
Pengukuhan tersebut dirangkai dengan kegiatan halal bihalal yang berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan.
Kegiatan itu turut menghadirkan Dr. Syukri Yusuf sebagai penceramah. Momentum ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan akademik kampus di bawah naungan Yayasan Romoeh Aneuk Nanggroe.
Pembukaan program Magister Studi Islam disebut sebagai langkah strategis untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap kajian keislaman yang tidak hanya mendalam, tetapi juga relevan dengan dinamika sosial modern.
Dalam pernyataannya, Safwan menegaskan komitmen program studi yang dipimpinnya untuk melahirkan lulusan yang berwawasan luas dan memiliki sikap moderat. Menurut dia, pendekatan pembelajaran tidak hanya berfokus pada penguasaan teks, tetapi juga mengintegrasikan khazanah keilmuan Islam dengan perkembangan zaman.
“Kami ingin mencetak magister yang memiliki kedalaman ilmu sekaligus mampu membaca realitas sosial secara kritis,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kurikulum yang disiapkan mencakup berbagai bidang kajian, mulai dari studi Al-Qur’an dan Hadis, Hukum Islam, Sejarah Peradaban Islam, hingga Pemikiran Islam kontemporer.
Menurut pihak kampus, suasana akademik akan diarahkan pada dialog terbuka dan penguatan nalar kritis. Selain itu, dukungan tenaga pengajar yang kompeten serta fasilitas pembelajaran menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan studi yang kondusif.
Pengukuhan ini juga dinilai sebagai simbol konsolidasi internal sekaligus perluasan peran kampus dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam di Aceh.
Di tengah arus globalisasi, kehadiran program magister dengan pendekatan moderat dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara nilai-nilai keislaman dan perkembangan masyarakat.
Melalui program ini, STAI Nusantara Banda Aceh berharap dapat melahirkan generasi intelektual Muslim yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap perubahan zaman.
Editor: Amiruddin. MKReporter: Amir Sagita












