Banda Aceh – Sub Unit SAFE (Supportive Aid Facilitator for Emergency) Gen-A menggelar kegiatan SADAR (SAFE Education and First Aid Response) di SMA Al-Athiyah pada Sabtu, 9 Mei 2026.
Program edukasi tersebut fokus pada pelatihan dasar pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) guna meningkatkan pengetahuan serta keterampilan siswa dalam menghadapi kondisi darurat.
Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.30 WIB, sebanyak 45 siswa SMA Al-Athiyah mengikuti kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, pihak SAFE Gen-A melalui M. Fatih Ramadhan menekankan pentingnya pemahaman dasar mengenai pertolongan pertama bagi pelajar.
Menurut mereka, kemampuan memberikan bantuan awal sangat perlu untuk meminimalisasi risiko yang lebih besar saat terjadi kecelakaan maupun kondisi darurat di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Para peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman awal mengenai P3K dan first aid.
Setelah itu, pemateri, Dhiya Sahirah menjelaskan berbagai langkah dasar pertolongan pertama, mulai dari penanganan luka ringan, tindakan saat terjadi pingsan, hingga prosedur dasar membantu korban kecelakaan.
Agar siswa lebih mudah memahami materi, panitia membagi peserta dalam lima kelompok Focus Group Discussion (FGD).
Dalam sesi tersebut, siswa mengikuti simulasi langsung penanganan korban kecelakaan ringan dan praktik penggunaan teknik dasar pertolongan pertama.
Suasana pelatihan berlangsung aktif dan interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap simulasi oleh fasilitator SAFE Gen-A.
Metode praktik langsung membantu peserta memahami materi secara lebih cepat.
Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa yang cukup signifikan.
Dari 45 peserta, sebanyak 39 siswa masih menjawab salah pada pre-test terkait materi P3K.
Namun setelah sesi edukasi dan simulasi selesai, jumlah tersebut menurun drastis menjadi hanya tiga siswa pada post-test.
Data tersebut menunjukkan bahwa program SADAR berjalan efektif dalam meningkatkan pemahaman dasar siswa mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan.
Selain memperkuat teori, simulasi praktik juga membantu peserta memahami langkah penanganan darurat secara tepat.
Kepala SMA Al-Athiyah, Rukiah, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia menilai pelatihan pertolongan pertama memiliki manfaat besar bagi siswa karena memberikan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini karena memberikan manfaat nyata bagi para siswa.
Melalui pelatihan pertolongan pertama dan P3K seperti ini, siswa dapat memahami tindakan awal yang tepat saat menghadapi kondisi darurat.
Salah satu peserta, Daffa, juga mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari kegiatan tersebut.
Ia mengatakan praktik dan simulasi membuat materi lebih mudah dipahami oleh peserta.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat dan menambah wawasan kami mengenai cara memberikan pertolongan pertama dengan benar,” katanya.
Melalui program SADAR, SAFE Gen-A berharap edukasi kesehatan dan kesiapsiagaan darurat dapat terus menjangkau lebih banyak kalangan pelajar.
Organisasi tersebut juga berkomitmen menghadirkan kegiatan serupa sebagai upaya membangun generasi muda yang lebih sigap, peduli, dan siap membantu sesama dalam situasi darurat.











