Home / Advetorial / Banda Aceh / Kesehatan / Pemko Banda Aceh

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:59 WIB

Illiza: Pengendalian AIDS dan TBC Tak Bisa Hanya Andalkan Tenaga Kesehatan

mm Redaksi

Kegiatan Penguatan Forum Kemitraan Pengendalian Penyakit AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria, di Balai Keurukon, Kompleks Balai Kota Banda Aceh. Foto: Dok. Istimewa

Kegiatan Penguatan Forum Kemitraan Pengendalian Penyakit AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria, di Balai Keurukon, Kompleks Balai Kota Banda Aceh. Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya pengendalian AIDS, tuberkulosis (TBC), dan malaria dengan melibatkan keuchik, ulama, kader kesehatan, sekolah, hingga organisasi masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk menekan angka kasus penyakit menular yang masih menjadi tantangan kesehatan di ibu kota Provinsi Aceh.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengatakan pengendalian AIDS, TBC, dan malaria tidak bisa hanya dibebankan kepada tenaga kesehatan atau fasilitas pelayanan kesehatan. Menurutnya, keberhasilan pencegahan sangat bergantung pada keterlibatan seluruh elemen masyarakat hingga tingkat gampong.

“Kolaborasi lintas sektor terkait AIDS, TBC, dan malaria terus kami perkuat. Untuk malaria memang tidak ada kasus dan status eliminasi berhasil dipertahankan, tetapi kewaspadaan harus tetap dijaga. Sementara untuk AIDS dan TBC, upaya pencegahan dan penanganan harus terus diperkuat,” kata Illiza, Minggu (24/5/2026).

Baca Juga :  Satpol PP WH Banda Aceh Ingatkan Penginapan Jangan Fasilitasi Pelanggaran Syariat

Di sisi lain, capaian penemuan dan pelaporan kasus TBC masih belum memenuhi target. Berdasarkan data akhir 2025 lalu, notifikasi kasus TBC di Banda Aceh baru mencapai 53 persen, masih di bawah target nasional sebesar 67,5 persen.

Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal. Foto: Dok. Istimewa

Menurut Illiza, data tersebut menunjukkan bahwa ancaman penyakit menular masih nyata dan membutuhkan kerja bersama seluruh pihak. Karena itu, pemerintah akan mengoptimalkan peran aparatur gampong, Tim Penggerak PKK, Dinas Pendidikan, kader kesehatan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk memperluas edukasi kesehatan kepada warga.

Baca Juga :  Pemerintah Kota Banda Aceh Raih Predikat “Sangat Baik” dalam Evaluasi SPBE Tahun 2024

“Kesehatan bukan hanya urusan sektor kesehatan. Ini juga menyangkut pembangunan, ekonomi, sosial, dan kemanusiaan. Karena itu semua pihak harus terlibat,” ujarnya.

Pemerintah Kota Banda Aceh juga akan memanfaatkan forum-forum keagamaan sebagai sarana edukasi kesehatan. Informasi mengenai pencegahan HIV, pengobatan TBC, serta upaya mempertahankan eliminasi malaria akan disampaikan melalui pengajian, ceramah, dan kegiatan keagamaan lainnya agar lebih mudah diterima masyarakat.

Peran keuchik dan perangkat gampong juga diperkuat sebagai ujung tombak penyebaran informasi kesehatan di tingkat masyarakat. Melalui pendekatan berbasis komunitas, pemerintah berharap edukasi mengenai deteksi dini, pengobatan, dan pencegahan penyakit menular dapat menjangkau lebih banyak warga hingga ke tingkat keluarga.

Baca Juga :  Wali Kota Banda Aceh Jajaki Kerja Sama Kesehatan dan Pembangunan Turkish Centre dengan Pemerintah Turki

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, mengatakan penguatan kemitraan lintas sektor diharapkan melahirkan langkah-langkah konkret dalam pengendalian AIDS, TBC, dan malaria. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci untuk mempercepat pencapaian target eliminasi penyakit menular sebagaimana ditetapkan pemerintah nasional dan target global 2030.

Dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap upaya pengendalian AIDS, TBC, dan malaria tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga mampu membangun kesadaran masyarakat untuk melakukan pencegahan sejak dini sehingga angka kasus baru dapat terus ditekan. (Adv)

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Advetorial

Gubernur Harap DPD PAPPRI Aceh Memfasilitasi Musisi Lokal

Pemko Banda Aceh

Di Bawah Kepemimpinan Illiza, Tren Kemiskinan Banda Aceh Menurun dan Intervensi Sosial Diperkuat

Advetorial

Dr. Edi Yandra Raih Anugerah Tokoh Penggerak Literasi: Bukti Dedikasi Membangun Budaya Literasi di Aceh

Pemko Banda Aceh

Wali Kota Illiza Hadiri Komitmen Pembudayaan Keamanan Pangan di SMPN 10 Banda Aceh

Kesehatan

Sarjani Minta Puskesmas dan RSUD Benahi Pelayanan Kesehatan

Pemko Banda Aceh

Angka Stunting Ditargetkan Turun, Banda Aceh Fokus 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Daerah

Wali Kota Illiza Antar Langsung Bantuan Kemanusiaan Banda Aceh untuk Korban Banjir Bireuen

Banda Aceh

Satpol PP WH Banda Aceh Tertibkan PKL di Jembatan Peunayong, Risiko Macet Jadi Alasan Utama