Home / Aceh Barat Daya / News

Minggu, 3 Mei 2026 - 14:40 WIB

Serda Suroso: Arus Deras dan Lekukan Sungai Jadi Tantangan

mm Teuku Nizar

Sarda Mar. Suroso ikut tm pencarian korban hanyut di Krueng Manggeng. Foto. Dok. Teukunizar/NOA.co.id

Sarda Mar. Suroso ikut tm pencarian korban hanyut di Krueng Manggeng. Foto. Dok. Teukunizar/NOA.co.id

Aceh Barat Daya — Upaya pencarian korban hanyut di Sungai Krueng Manggeng, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya, akhirnya membuahkan hasil.

Tim gabungan yang terdiri dari personel TNI AL, AD, Polisi, Tagana, BPBD, SAR serta masyarakat setempat berhasil menemukan korban setelah menyisir aliran sungai yang memiliki medan cukup menantang.

Serda Mar. Suroso selaku Penjabat Pos Angkatan Laut (Pj. Posa AL) Abdya menjelaskan bahwa karakteristik Sungai Krueng Manggeng menjadi salah satu faktor utama yang mempersulit proses pencarian.

Sungai tersebut memiliki banyak lekukan tajam, dengan setiap belokan menyimpan cekungan yang cukup dalam.

Selain itu, arus air yang deras turut memperbesar tingkat kesulitan dalam pelaksanaan penyisiran.

“Kondisi sungai berliku-liku dan arusnya cukup deras. Di setiap tikungan terdapat cekungan dalam yang berpotensi menjadi titik tersangkutnya korban. Hal ini membuat pencarian secara ekstra hati-hati dan terkoordinasi,” ujar Serda Mar. Suroso, Minggu (3/5/2026).

Baca Juga :  Intel Kodim 0110 Abdya Ciduk 3 Pemuda Saat Pesta Sabu

Tim gabungan kemudian menerapkan strategi pembagian sektor pencarian guna meningkatkan efektivitas penyisiran.

Setiap kelompok bertugas menyisir area tertentu sepanjang aliran sungai, baik dari arah hulu maupun hilir.

Strategi ini mampu mempercepat proses pencarian sekaligus meminimalkan kemungkinan area terlewatkan.

Kerja sama yang solid antara unsur TNI, Polri, relawan Tagana, BPBD, dan masyarakat setempat menjadi kunci keberhasilan dalam operasi tersebut.

Seluruh pihak terlibat aktif dalam pencarian, mulai dari penyisiran hingga pemantauan di titik-titik rawan di sepanjang bantaran sungai.

Sekitar pukul 10.30 WIB, tim yang melakukan penyisiran dari arah hilir bersama Tagana dan warga akhirnya menemukan korban.

Penemuan korban dalam kondisi meninggal dunia di aliran sungai Desa Teupin Sejahtera, Kecamatan Manggeng.

Posisi korban berada dalam air dan tersangkut pada batang bambu di tepian sungai.

Jarak antara lokasi awal kejadian dengan titik penemuan korban mencapai kurang lebih dua kilometer.

Baca Juga :  Polisi Cek Dugaan Penimbunan Solar Subsidi di Abdya

Hal ini menunjukkan kuatnya arus sungai yang membawa korban cukup jauh dari titik awal hanyut.

Setelah penemuan tersebut, proses evakuasi langsung oleh tim Tagana dan tim gabungan. Tim kemudian membawa korban ke daratan dengan penuh kehati-hatian.

Selanjutnya, jenazah korban dibawa  menuju rumah duka menggunakan kendaraan operasional milik BPBD.

Pihak keluarga korban telah menunggu di rumah duka untuk proses selanjutnya.

Serda Mar. Suroso juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses pencarian.

Ia menekankan bahwa sinergi antarinstansi dan masyarakat menjadi faktor utama dalam keberhasilan operasi tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi kerja sama semua pihak. Tanpa kolaborasi yang baik, pencarian di medan seperti ini tentu akan membutuhkan waktu lebih lama,” tambahnya.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama pada kondisi arus yang deras.

Baca Juga :  Peringatan Nuzulul Qur'an 1446 H, Pangdam IM : Mari Jadikan Al-Qur'an sebagai pedoman dalam kehidupan

Sungai dengan karakteristik berliku dan memiliki banyak cekungan dalam sangat berpotensi menimbulkan bahaya, terutama saat debit air meningkat.

Pihak terkait juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika terjadi kejadian serupa agar proses penanganan dapat dengan cepat dan tepat.

Selain itu, penggunaan alat keselamatan saat beraktivitas di sungai harus guna mengurangi risiko kecelakaan.

Dengan penemuan korban, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai.

Tim gabungan kemudian melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan operasi sebagai bahan perbaikan ke depan.

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban.

Masyarakat sekitar turut menyampaikan belasungkawa dan memberikan dukungan moral kepada pihak keluarga korban.

Keberhasilan pencarian ini tidak hanya menunjukkan kesiapsiagaan tim gabungan, tetapi juga menggambarkan pentingnya solidaritas antarwarga dalam menghadapi situasi darurat.

Kolaborasi yang terjalin di lapangan menjadi contoh nyata bahwa kerja sama mampu mengatasi berbagai tantangan, termasuk medan alam yang sulit sekalipun.

Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar

Share :

Baca Juga

Aceh Barat Daya

Dana Olahraga Dikeluarkan, Begini Respon Bupati Akmal Ibrahim

Aceh Barat Daya

Besok, KIP Abdya Rekap Suara Per Kecamatan

Daerah

Bank Aceh Bagikan Dividen Tahun 2024 sebesar Rp 300 Miliar

Aceh Barat Daya

Uang Tunai Ditukar Sembako, Warga Setia Keluhkan Beras Berbau

News

Tingginya Dugaan Penyelewengan Dana Desa, Pemerintah Nilai Calon Desa Antikorupsi

Aceh Barat Daya

Jubir Partai Demokrat Abdya ingatkan Pj. Bupati Jangan Terlena Pujian

Aceh Barat Daya

Keuchik Panton Makmur Salurkan BLT Tahap II

Aceh Barat Daya

Diduga Peninggalan Kerajaan Kuala Batee, Meriam Tua Terbengkalai di Gampong Keudee Baroe