Banda Aceh — Pemerintah Kota Banda Aceh terus mengintensifkan edukasi gizi kepada masyarakat sebagai langkah memperkuat pencegahan stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan anak sejak usia dini.
Program edukasi tersebut menyasar ibu hamil, ibu menyusui, keluarga yang memiliki balita, hingga masyarakat umum melalui kegiatan penyuluhan di posyandu, puskesmas, sekolah, dan lingkungan gampong.
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan, pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang menjadi faktor utama dalam upaya mencegah stunting.
“Pemerintah kota terus memperkuat edukasi kepada masyarakat agar anak-anak memperoleh asupan gizi yang baik sejak dalam kandungan hingga masa pertumbuhan,” ujarnya, dikutip pada Jumat (15/5/2026).
Berbagai materi edukasi yang disampaikan meliputi pentingnya konsumsi makanan bergizi, pemberian ASI eksklusif, pola makan sehat bagi balita, sanitasi lingkungan, hingga penerapan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, tenaga kesehatan bersama kader posyandu juga aktif memberikan pendampingan kepada keluarga berisiko stunting guna memastikan anak memperoleh pemantauan kesehatan dan nutrisi yang memadai.
Pemko Banda Aceh turut memperkuat program pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil sebagai bagian dari intervensi gizi untuk mendukung tumbuh kembang anak.
“Pemerintah menilai keterlibatan keluarga sangat penting dalam mencegah stunting, karena pola asuh dan pemenuhan kebutuhan gizi anak dimulai dari lingkungan rumah tangga,” kata Illiza.
Di sisi lain, koordinasi lintas sektor terus diperkuat dengan melibatkan tenaga kesehatan, pemerintah gampong, dunia pendidikan, dan organisasi masyarakat agar edukasi gizi dapat menjangkau lebih banyak warga.
Pemerintah kota berharap melalui edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi anak semakin meningkat sehingga angka stunting di Banda Aceh dapat terus ditekan.
“Dengan berbagai langkah tersebut, Pemko Banda Aceh optimistis akan lahir generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai modal penting pembangunan daerah di masa depan,” pungkasnya. (Adv)
Editor: RedaksiReporter: Redaksi











