Banda Aceh — Pemerintah Kota Banda Aceh terus memperkuat pendampingan bagi ibu hamil sebagai langkah pencegahan stunting sejak dini guna menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas di masa mendatang.
Pendampingan tersebut dilakukan melalui layanan kesehatan rutin, edukasi gizi, pemantauan kondisi kehamilan, hingga pemberian asupan tambahan bagi ibu hamil yang berisiko mengalami kekurangan gizi.
Wali Kota Banda Aceh melalui Kadis Kesehatan Wahyudi mengatakan, penanganan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan karena kesehatan ibu sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak.
“Pemerintah kota terus memperkuat pendampingan bagi ibu hamil agar kesehatan ibu dan bayi tetap terjaga serta risiko stunting dapat dicegah sejak dini,” ujarnya, dikutip Sabtu (16/5/2026).
Melalui puskesmas dan posyandu, tenaga kesehatan secara rutin melakukan pemeriksaan kehamilan, pemantauan kondisi gizi, pemberian vitamin dan suplemen, serta edukasi mengenai pola makan sehat selama masa kehamilan.
Selain itu, para kader kesehatan juga aktif mendampingi ibu hamil di tingkat gampong untuk memastikan mereka mendapatkan layanan kesehatan yang memadai dan memahami pentingnya pemenuhan gizi selama kehamilan.
Pemerintah kota turut mengedukasi keluarga agar memberikan dukungan penuh kepada ibu hamil, termasuk dalam menjaga pola makan, kebersihan lingkungan, dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Di sisi lain, Pemko Banda Aceh juga memperkuat intervensi terhadap keluarga berisiko stunting melalui pendataan dan pemantauan yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Program pendampingan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat fokus penanganan pada 1.000 hari pertama kehidupan yang dinilai sangat menentukan kualitas kesehatan anak di masa depan,” jelasnya.
“Melalui berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh optimistis angka stunting dapat terus ditekan sehingga anak-anak di Banda Aceh dapat tumbuh sehat, cerdas, dan produktif,” pungkasnya.(Adv)
Editor: RedaksiReporter: Redaksi











