Banda Aceh – Bantuan sapi kurban Presiden RI Prabowo Subianto untuk masyarakat Kota Banda Aceh tidak hanya membawa manfaat sosial menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, tetapi juga memberi dampak positif bagi sektor peternakan dan perdagangan hewan kurban lokal.
Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Kota Banda Aceh, Iskandar, mengatakan sapi kurban bantuan presiden dibeli langsung dari peternak lokal di Gampong Ilie dengan nilai mencapai Rp83 juta. Sapi jenis simmental tersebut memiliki bobot sekitar 950 kilogram.
“Alhamdulillah, tadi kami sudah rapat dengan Staf Sekretariat Kepresidenan, Kementerian Pertanian, dan Dinas Peternakan Aceh. Tim dari pusat telah menyepakati harga dengan peternak di Gampong Ilie,” kata Iskandar di Banda Aceh, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, pembelian sapi dari peternak daerah menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung ekonomi masyarakat sekaligus mendorong perputaran usaha peternakan lokal menjelang Iduladha. Di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan hewan kurban, keterlibatan peternak lokal dinilai menjadi peluang penting untuk meningkatkan pendapatan pelaku usaha ternak.
Iskandar menjelaskan, sapi bantuan presiden tersebut nantinya akan disembelih pada Hari Raya Iduladha dan dagingnya didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya di gampong-gampong yang jumlah hewan kurbannya terbatas.
“Pembagian daging kurban akan diprioritaskan untuk warga di gampong yang hewan kurbannya sedikit atau kurang. Untuk jadwal penyembelihan masih menyesuaikan agenda Ibu Wali Kota,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebelum ditetapkan sebagai hewan kurban presiden, sapi tersebut telah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim terkait. Pengawasan kesehatan juga akan terus dilakukan hingga hari penyembelihan guna memastikan kondisi hewan tetap sehat dan layak konsumsi.
Selain menjadi bantuan bagi masyarakat, kehadiran sapi kurban presiden dari peternak lokal dinilai memberi sinyal positif bagi perdagangan ternak di Aceh. Program tersebut tidak hanya mendorong penyaluran bantuan sosial, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas bagi peternak rakyat yang mampu menghasilkan ternak berkualitas. (Adv)
Editor: Amiruddin. MK











