Home / Banda Aceh / Pemerintah / Peristiwa

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:04 WIB

Listrik Mati-Hidup Dua Hari, Prof. TM. Jamil : Jangan Jadikan Rakyat Korban dari Buruknya Pelayanan Publik

mm Redaksi

Tokoh masyarakat dan akademisi USK Aceh, Prof. Dr. TM. Jamil, Drs., M.Si. Foto: Dok. Istimewa

Tokoh masyarakat dan akademisi USK Aceh, Prof. Dr. TM. Jamil, Drs., M.Si. Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Tokoh masyarakat dan akademisi USK Aceh, Prof. Dr. TM. Jamil, Drs., M.Si, melontarkan kritik keras terhadap kondisi pemadaman listrik yang terjadi berulang selama dua hari terakhir di kawasan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, serta Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar.

Kondisi listrik yang terus “mati-hidup” dinilai bukan sekadar gangguan teknis biasa, tetapi telah berubah menjadi bentuk kelalaian pelayanan publik yang sangat merugikan masyarakat.

Menurut Prof. TM. Jamil, masyarakat tidak boleh terus-menerus dipaksa hidup dalam ketidakpastian akibat buruknya tata kelola pelayanan dasar. Ia menegaskan, listrik hari ini bukan lagi kebutuhan tambahan, melainkan urat nadi kehidupan masyarakat modern: pendidikan terganggu, usaha kecil lumpuh, aktivitas rumah tangga kacau, hingga pelayanan publik ikut terdampak.

Baca Juga :  4 Bulan Gaji Guru SMPN 13 Aceh Besar Belum Cair, Program Tahfidz Disorot

“Yang membuat masyarakat marah bukan hanya listrik padam, tetapi sikap diam dan minimnya penjelasan kepada publik. Rakyat tidak butuh pembiaran. Rakyat butuh kepastian, keterbukaan, dan tanggung jawab,” tegasnya.

Ia menilai, ketika pemadaman terjadi berulang tanpa pemberitahuan resmi, maka yang dipadamkan bukan hanya aliran listrik, tetapi juga rasa percaya masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik.

“Anak-anak belajar dalam gelap, pelaku usaha mengalami kerugian, perangkat elektronik warga rusak akibat listrik yang hidup-mati, tetapi seolah tidak ada rasa urgensi untuk menjelaskan kepada masyarakat apa yang sebenarnya terjadi. Ini tidak boleh dianggap normal,” ujarnya.

Baca Juga :  Pimpin Apel Gabungan, Fitriyani Farhas: Mutasi Jabatan Merupakan Hal Penting

Prof. TM. Jamil juga mengingatkan bahwa komunikasi publik adalah bagian dari etika pelayanan. Dalam negara yang menghargai rakyatnya, kata dia, gangguan layanan publik harus disertai transparansi, permintaan maaf, dan langkah cepat penanganan, bukan sekadar membiarkan masyarakat menebak-nebak penyebabnya.

Ia meminta pihak PLN segera memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat terkait penyebab gangguan listrik tersebut, termasuk langkah konkret dan estimasi pemulihan.

Menurutnya, diamnya institusi pelayanan publik di tengah penderitaan masyarakat hanya akan memperbesar kekecewaan dan ketidakpercayaan publik.

Baca Juga :  Janji Permudah Komunikasi Kepala Daerah ke Prabowo: Satu Syarat, Jangan Korupsi!

“Jangan sampai rakyat merasa bahwa suara mereka hanya penting ketika menjadi pelanggan, tetapi diabaikan ketika mereka menjadi korban pelayanan yang buruk. Pelayanan publik harus punya empati, bukan sekadar prosedur,” katanya lagi.

Prof. TM. Jamil menegaskan, masyarakat Aceh tidak menuntut sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya meminta hak dasar mereka dihormati: listrik yang stabil, pelayanan yang manusiawi, dan informasi yang jujur.

“Atas kondisi ini, saya meminta agar persoalan tersebut segera ditindaklanjuti secara serius. Jangan biarkan masyarakat terus menjadi korban dari lemahnya komunikasi dan lambannya respons pelayanan publik,” pungkasnya. (**)

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Internasional

UNDP Indonesia Sambut Sara Ferrer Olivella sebagai Kepala Perwakilan Baru

Internasional

Dubes RI untuk kamboja Perkuat Diplomasi Pelindungan WNI di Provinsi Kampot dan Pet

Aceh Barat

Wabup Aceh Barat Buka HIMMAFORIA 2026, Dorong Mahasiswa Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Aceh Besar

Bupati Aceh Besar Hadiri Peringatan Nuzulul Quran dan Buka Puasa di Masjid Al Muhajirin Lanud SIM

Nasional

Pelepasliaran Sang Penjaga Arus, Kembali ke Habitatnya

Advetorial

Bunda Literasi Dikukuhkan, Banda Aceh Semakin Serius Gaungkan Budaya Baca

Internasional

Hadapi Ketidakpastian Global, Kemenko Polkam Tekankan Sinergitas Semua Pihak

Daerah

Aceh Singkil Satu Juta Lubang, Satu Juta Dosa