Banda Aceh – Di tengah kenaikan harga sejumlah komoditas pangan menjelang Hari Raya Iduladha, harga jahe basah di Kota Banda Aceh justru mengalami penurunan.
Berdasarkan data pemantauan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Diskopukmdag) Kota Banda Aceh, harga jahe basah turun dari Rp35 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram atau berkurang 8,57 persen dibanding pekan sebelumnya.

Kepala Diskopukmdag Kota Banda Aceh, Bukhari Sufi, mengatakan penurunan harga tersebut menjadi salah satu pergerakan harga yang berbeda dibanding beberapa komoditas lain yang mengalami kenaikan menjelang meugang dan Iduladha.
“Berdasarkan hasil pemantauan harga pekan keempat Mei 2026, jahe basah turun dari Rp35 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram,” kata Bukhari, Selasa (26/5/2026).
Menurutnya, perubahan harga komoditas pangan dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari ketersediaan pasokan, distribusi barang hingga tingkat permintaan masyarakat di pasar. Ketika pasokan mencukupi dan permintaan relatif stabil, harga cenderung mengalami penurunan.
Sementara itu, sejumlah komoditas lain justru mengalami kenaikan harga. Cabai rawit hijau dan cabai rawit merah masing-masing naik 50 persen dari Rp30 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram. Cabai merah keriting juga meningkat dari Rp35 ribu menjadi Rp43 ribu per kilogram.
Kenaikan turut terjadi pada daging sapi segar. Harga daging paha belakang kualitas I naik dari Rp170 ribu menjadi Rp180 ribu per kilogram, sedangkan harga tetelan meningkat dari Rp55 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram.
Di luar beberapa komoditas tersebut, mayoritas kebutuhan pokok di Banda Aceh masih relatif stabil. Harga beras medium SPHP Bulog bertahan di angka Rp13.100 per kilogram, beras premium Rp15.700 per kilogram, gula pasir Rp19 ribu per kilogram, serta Minyakita Rp15.700 per liter.
Bukhari memastikan pemerintah terus melakukan pemantauan harga secara berkala untuk menjaga stabilitas perdagangan dan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat tetap aman menjelang Hari Raya Iduladha. Penurunan harga jahe basah dinilai menjadi indikator bahwa pasokan sejumlah komoditas pangan masih cukup tersedia di pasar tradisional Kota Banda Aceh. (Adv)
Editor: Amiruddin. MK














