Home / Advetorial / Banda Aceh / Kesehatan / Pemko Banda Aceh

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:20 WIB

Usia Produktif Dominasi Kasus HIV/AIDS, Dinkes Banda Aceh Perluas Layanan Tes Gratis

mm Redaksi

Ilustrasi. Stan layanan kesehatan gratis yang dibuka oleh Dinkes Banda Aceh. Foto: Dok. Istimewa

Ilustrasi. Stan layanan kesehatan gratis yang dibuka oleh Dinkes Banda Aceh. Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh mengungkapkan mayoritas kasus HIV/AIDS yang ditemukan di ibu kota Provinsi Aceh terjadi pada kelompok usia produktif. Kondisi ini menjadi perhatian karena kelompok tersebut merupakan penduduk yang aktif bekerja dan memiliki mobilitas tinggi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, mengatakan kasus HIV/AIDS tidak hanya ditemukan pada usia produktif, tetapi juga pada sejumlah kelompok rentan yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap penularan.

“Kasus HIV/AIDS paling banyak ditemukan pada kelompok usia produktif. Selain itu, kasus juga ditemukan pada beberapa kelompok rentan yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap penularan HIV,” kata Wahyudi, Kamis (4/6/2026).

Baca Juga :  Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Perkuat Penyelamatan Arsip Daerah: Akuisisi 1.551 Arsip Statis dari DPMPTSP

Untuk menekan penyebaran penyakit tersebut, Dinas Kesehatan terus memperkuat upaya deteksi dini melalui perluasan layanan skrining HIV di berbagai fasilitas kesehatan.

Ilustrasi salah satu layanan kesehatan di Banda Aceh. Foto: Dok. Istimewa

Selain pemeriksaan di puskesmas dan rumah sakit, Dinkes juga meningkatkan kegiatan mobile testing atau tes HIV bergerak yang menyasar masyarakat dan kelompok berisiko.

Menurut Wahyudi, strategi tersebut dilakukan agar semakin banyak warga mengetahui status kesehatannya lebih awal sehingga dapat segera memperoleh penanganan apabila terdeteksi positif HIV.

Baca Juga :  Tekan Inflasi Jelang Idul Adha, Banda Aceh Lanjutkan Gerakan Pangan Murah di Lampulo

“Dinas Kesehatan terus memperluas layanan skrining, meningkatkan kegiatan mobile testing, serta memperkuat edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Upaya pencegahan juga dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi, komunitas, hingga organisasi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan HIV.

Saat ini, akses layanan HIV di Banda Aceh juga semakin luas. Dinas Kesehatan mencatat terdapat 26 layanan tes HIV yang tersebar di berbagai fasilitas kesehatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 21 fasilitas kesehatan telah menyediakan layanan lengkap, mulai dari tes HIV hingga pengobatan antiretroviral (ARV) secara gratis.

Baca Juga :  Illiza Tinjau Tiga Desa Terparah di Peusangan, Bantu Bersihkan Masjid dan Salurkan Logistik

Layanan tersebut tersedia di sejumlah puskesmas dan rumah sakit sehingga lebih mudah dijangkau masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan maupun pengobatan.

Wahyudi menegaskan bahwa deteksi dini menjadi kunci penting dalam pengendalian HIV/AIDS. Semakin cepat seseorang mengetahui status HIV-nya, semakin besar peluang untuk mendapatkan pengobatan yang efektif dan menjalani hidup sehat secara produktif.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak takut melakukan tes HIV. Pemeriksaan dan pengobatan sudah tersedia serta dapat diakses secara gratis di fasilitas kesehatan,” katanya. (Adv)

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Aceh Barat Daya

HUT Ke-17 RSUD Teungku Peukan, Pj Bupati Tekankan Kedisiplinan 

Kesehatan

Kick Off Imunisasi MR di RSUD Chik Ditiro, Tenaga Kesehatan Pidie Diperkuat Hadapi Risiko Campak

Advetorial

Mau Ekspedisi ke Gunung Pidie Jaya, Blang Raweu dan Air Terjun Ulim Pilihan Tepat

Advetorial

Pasar Murah Daging Meugang Bantu Warga Banda Raya Dapatkan Daging dengan Harga Terjangkau

Kesehatan

Kapolda Aceh dan PJU Vaksin Booster Dosis II

Advetorial

Rekam Jejak 11 Kali Bencana Tsunami Melanda Aceh Dipamerkan di Museum Tsunami

Advetorial

Gairahkan Pariwisata, BPKS Dukung Sabang Marathon 2022

Pemko Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Mulai Data Menara Telekomunikasi di Kecamatan Lueng Bata