Aceh Barat Daya – Aktivitas sejumlah dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengalami gangguan.
Sekitar 40 persen dari total dapur MBG di daerah tersebut tidak beroperasi, sehingga memicu dampak berantai terhadap pedagang hingga para pekerja dapur.
Lesunya permintaan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membuat para pedagang buah dan sayuran mengalami kelebihan stok.
Kondisi itu ikut memengaruhi aktivitas perdagangan di pasar pusat Kota Blangpidie.
“Pasar buah dan sayur sedang lesu. Selama ini permintaan dari SPPG cukup membantu perputaran ekonomi,” kata Bang Juli, yang selama ini memantau perkembangan ekonomi pasar di pusat Kota Blangpidie.
Kondisi tersebut juga menimbulkan keresahan di kalangan relawan dan pekerja dapur MBG.
Mereka khawatir tidak memperoleh honor yang biasanya secara harian apabila aktivitas dapur terus terhenti hingga akhir pekan.
“Kiban ta top kredit Hondanyo,” ujar Rakiah, salah seorang pekerja dapur MBG, menggambarkan kegelisahannya terhadap kondisi tersebut.
Selain pekerja, para pengelola dapur atau mitra MBG juga menghadapi banyak pertanyaan dari masyarakat.
Sejumlah orang tua murid dan perangkat desa yang selama ini menerima distribusi makanan dari program MBG terus menghubungi para mitra untuk menanyakan kelanjutan pelayanan.
“Saban hari kami menerima telepon dari orang tua murid dan petugas desa yang biasanya menerima kiriman makanan dari MBG,” ungkap salah seorang mitra yang meminta namanya tidak dipublikasikan.
Di tengah berbagai keluhan yang muncul, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya segera memberikan penjelasan terkait penghentian operasional sebagian dapur MBG tersebut.
Sejumlah pihak juga menunggu keterangan resmi dari Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Barat Daya selaku Ketua Tim Satuan Tugas MBG Abdya mengenai alasan penghentian operasional beberapa dapur dan langkah-langkah untuk mengatasi persoalan tersebut.
Terhentinya aktivitas sebagian dapur MBG tidak hanya berdampak pada pelayanan program makan bergizi bagi masyarakat saja.
Namun, juga memengaruhi roda perekonomian para pedagang serta pendapatan para pekerja yang selama ini menggantungkan penghasilan dari program tersebut.














