Home / Pemko Banda Aceh

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:55 WIB

Illiza dan Ketua PN Banda Aceh Teken Naskah Hibah Aset Renovasi Tetap

mm Redaksi

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal bersama Ketua Pengadilan Negeri Banda Aceh Dr. Teuku Syarafi menandatangani Naskah Perjanjian Hibah aset renovasi tetap di Banda Aceh, Selasa (21/7/2026). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal bersama Ketua Pengadilan Negeri Banda Aceh Dr. Teuku Syarafi menandatangani Naskah Perjanjian Hibah aset renovasi tetap di Banda Aceh, Selasa (21/7/2026). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh terus memperkuat tata kelola aset daerah yang transparan dan akuntabel. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah (NPH) aset renovasi tetap dari Pengadilan Negeri Banda Aceh kepada Pemerintah Kota Banda Aceh, Selasa (21/7/2026).

Penandatanganan naskah hibah dilakukan oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, bersama Ketua Pengadilan Negeri Banda Aceh, Dr. Teuku Syarafi, S.H., M.H., disaksikan jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh dan Pengadilan Negeri Banda Aceh.

Baca Juga :  Wali Kota Banda Aceh Pantau Pasar Murah Sambut Idul Fitri 1447 H di Gampong Jeulingke

Wali Kota Illiza mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Pemerintah Kota Banda Aceh dan Pengadilan Negeri Banda Aceh dalam mendukung pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) yang tertib administrasi, transparan, dan akuntabel.

Menurutnya, hibah aset tersebut tidak hanya menjadi bentuk kerja sama antarinstansi, tetapi juga mencerminkan komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

“Sinergi seperti ini sangat penting untuk memastikan setiap aset negara dikelola secara tertib, memiliki kepastian administrasi, dan dapat dimanfaatkan secara optimal demi kepentingan masyarakat,” ujar Illiza.

Baca Juga :  Disnaker Banda Aceh Gelar Verifikasi LKS Bipartit dan Serikat Pekerja PGE

Ia mengatakan, pengelolaan aset yang baik merupakan salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Karena itu, seluruh proses administrasi aset harus dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dengan mengedepankan prinsip akuntabilitas dan transparansi.

Melalui hibah aset renovasi tetap tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh memperoleh tambahan aset yang selanjutnya akan dicatat sebagai Barang Milik Daerah sesuai mekanisme yang berlaku.

Illiza juga mengapresiasi komitmen Ketua Pengadilan Negeri Banda Aceh, Teuku Syarafi, beserta jajarannya yang terus membangun kolaborasi positif dengan Pemerintah Kota Banda Aceh. Menurutnya, sinergi lintas lembaga menjadi modal penting dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif, efisien, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Soroti Banjir dan Dorong Pemetaan Drainase Kota

Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah ini menjadi simbol penguatan kerja sama antarinstansi sekaligus komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola aset daerah yang profesional. Langkah tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Banda Aceh membangun birokrasi yang modern, akuntabel, dan kolaboratif demi memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Advetorial

Wali Kota Banda Aceh Pantau Pasar Murah Daging Meugang

Pemko Banda Aceh

Satgas KTR Banda Aceh Gencarkan Edukasi dan Pengawasan Qanun Kawasan Tanpa Rokok

Pemko Banda Aceh

Banda Aceh Peringati HUT ke-821, Wali Kota Tekankan Sinergi dan Kolaborasi Pembangunan

Pemko Banda Aceh

Ceramah Maulid Perempuan di Banda Aceh, Illiza Tekankan Peran Penting Muslimah

Nasional

Wali Kota Banda Aceh Sambut Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dengan Peusijuek dan Jamuan Kehormatan

Pemko Banda Aceh

Abang Afdhal Tinjau Pasar Murah Daging Meugang, Pemko Banda Aceh Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadan

Pemko Banda Aceh

Illiza Ajak Semua Pihak Bergerak Bersama Wujudkan Banda Aceh yang Lebih Sejahtera

Pemko Banda Aceh

Di Bawah Kepemimpinan Illiza, Tren Kemiskinan Banda Aceh Menurun dan Intervensi Sosial Diperkuat