Aceh Barat Daya — Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Aceh Barat Daya mendorong penguatan UMKM dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Ketua Umum BPC HIPMI Abdya, Akmal Al-Qarasie, menyampaikan hal tersebut dalam silaturahmi dan audiensi dengan Dandim 0110 Abdya, Kamis (10/9/2026).
Akmal mengatakan pengembangan UMKM perlu diarahkan pada peningkatan usaha dan perluasan pasar, bukan hanya melalui kegiatan pelatihan.
“UMKM harus kita naikkan kelasnya. Jangan setiap tahun kita hanya bicara pelatihan dan pembinaan, tetapi pelaku usahanya tetap berada di tempat yang sama,” kata Akmal.
Menurutnya, pelaku UMKM membutuhkan akses pasar, permodalan, legalitas, teknologi, pendampingan, dan jejaring usaha agar dapat mengembangkan bisnis.
Terkait KDKMP, HIPMI Abdya mendorong koperasi tersebut memiliki aktivitas usaha dan model bisnis yang jelas.
“Koperasi jangan hanya hidup di atas kertas. Harus ada transaksi, ada produk, ada pasar, ada keuntungan, dan yang paling penting ada manfaat bagi masyarakat desa,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Akmal juga mengatakan KDKMP dapat menjadi wadah pemasaran berbagai produk masyarakat, seperti pertanian, perikanan, peternakan, kerajinan, dan kuliner.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, koperasi, UMKM, masyarakat, dan stakeholder perlu untuk memperkuat ekosistem ekonomi daerah.
“Pengusaha muda Abdya jangan hanya menjadi penonton. Kita harus menjadi bagian dari solusi, membuka lapangan kerja, menciptakan pasar, dan mengangkat produk lokal,” tegasnya.
Akmal berharap silaturahmi dengan Dandim 0110 dapat berlanjut dalam bentuk kolaborasi dan program konkret untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kalau UMKM tumbuh, koperasi sehat, usaha lokal berkembang dan lapangan kerja bertambah, itu baru kita bisa mengatakan ekonomi Abdya bergerak,” pungkasnya.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar










