Home / Pemko Banda Aceh

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:16 WIB

Ameer Hamzah: Khanduri Laot Warisan Adat Aceh yang Berlandaskan Nilai Islam

mm Redaksi

Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Banda Aceh, Tgk. Ameer Hamzah, menyampaikan sambutan pada Festival Khanduri Laot dan Khanduri Aneuk Nelayan di Lhok Kuala Cangkoi, Ulee Lheue, Banda Aceh, Rabu (22/7/2026). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Banda Aceh, Tgk. Ameer Hamzah, menyampaikan sambutan pada Festival Khanduri Laot dan Khanduri Aneuk Nelayan di Lhok Kuala Cangkoi, Ulee Lheue, Banda Aceh, Rabu (22/7/2026). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Banda Aceh, Tgk. Ameer Hamzah, menegaskan bahwa Khanduri Laot merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Aceh sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki yang diberikan.

Hal tersebut disampaikan Ameer saat memberikan sambutan pada Festival Khanduri Laot dan Khanduri Aneuk Nelayan Lhok Kuala Cangkoi di Ulee Lheue, Banda Aceh, Rabu (22/7/2026).

Dalam sambutannya, Ameer mengutip kandungan Al-Qur’an yang menjelaskan bahwa Allah SWT akan menambah nikmat bagi hamba-Nya yang bersyukur, sedangkan mengingkari nikmat akan mendatangkan azab.

“Mensyukuri nikmat Allah ini secara turun-temurun telah diwujudkan dalam masyarakat Aceh melalui berbagai tradisi adat, seperti para nelayan dengan Khanduri Laot, serta para petani melalui Khanduri Blang dan Kenduri Glee,” ujarnya.

Baca Juga :  Listrik Padam Se-Aceh, Sidang Paripurna Pengesahan APBK 2026 di Banda Aceh Tetap Berlangsung dalam Gelap

Menurut Ameer, berbagai tradisi adat tersebut telah disesuaikan dengan ajaran Islam sehingga tidak mengandung unsur yang bertentangan dengan syariat.

Ia juga menjelaskan bahwa pemberian makanan kepada ikan atau makhluk hidup lainnya sebagai bagian dari tradisi dipandang sebagai bentuk kepedulian terhadap alam yang dapat bernilai ibadah apabila diniatkan karena Allah SWT.

“Kalau kita memberi makan ikan atau makhluk hidup lainnya, itu justru bernilai pahala. Artinya kita menjaga hubungan yang harmonis dengan alam sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat Allah,” katanya.

Baca Juga :  Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Bener Meriah

Ameer menegaskan bahwa adat dan syariat merupakan dua hal yang harus berjalan beriringan. Selama suatu tradisi tidak bertentangan dengan ajaran Islam, maka adat dapat terus dipertahankan sebagai bagian dari identitas masyarakat Aceh.

Sementara itu, Panglima Laot Kuala Cangkoi, Syafa’at, mengatakan pelaksanaan Khanduri Laot sejak dahulu selalu berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan tidak menyimpang dari syariat Islam.

“Kegiatan ini diawali dengan zikir dan doa bersama. Selain itu juga ada silaturahmi antarnelayan, santunan anak yatim, dan memberi makan kepada makhluk laut sebagai bentuk kepedulian terhadap alam,” ujarnya.

Baca Juga :  Festival Kenduri Laot Aceh 2026 Digelar, Illiza Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Laut

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengajak masyarakat untuk terus menjaga kelestarian laut dengan tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta berpedoman pada Hukom Adat Laot sebagai warisan leluhur Aceh.

“Mari kita manfaatkan sumber daya laut secara bijaksana, karena laut yang kita jaga hari ini akan menjadi sumber kehidupan bagi anak cucu kita di masa yang akan datang,” kata Illiza.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Pemko Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Pacu Capaian Sanitasi Aman 2025, Tirta Daroy Jadi Garda Terdepan

Pemko Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Optimistis Angka Kemiskinan Terus Menurun

Pemerintah Aceh

Illiza Dampingi Pejabat Tinggi Negara ke Lokasi Banjir Pidie Jaya

Ekbis

Illiza Sa’aduddin Djamal Jalani Pendataan Sensus Ekonomi, Minta Warga Berikan Data yang Akurat

Parlementaria

Komisi III DPRK Banda Aceh Tinjau Titik Rawan Macet, Soroti Parkir di Jalan Protokol

Pemko Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Perkuat Pencegahan KDRT, 91 Kasus Kekerasan Tercatat hingga Juni 2026

Pemko Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Umumkan 5 Proyek Strategis Prioritas 2025, Dorong Transparansi Pembangunan

Pemko Banda Aceh

Parfum UMKM Banda Aceh Laris Manis di Expo APEKSI XVIII Medan, Omzet Tembus Rp40 Juta