Home / Pemko Banda Aceh

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:02 WIB

Festival Kenduri Laot Aceh 2026 Digelar, Illiza Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Laut

mm Redaksi

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal membuka Festival Kenduri Laot dan Kenduri Anak Nelayan Aceh di Dermaga Panglima Laot Lhok Kuala Cangkoi, Ulee Lheue, Banda Aceh, Rabu (22/7/2026). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal membuka Festival Kenduri Laot dan Kenduri Anak Nelayan Aceh di Dermaga Panglima Laot Lhok Kuala Cangkoi, Ulee Lheue, Banda Aceh, Rabu (22/7/2026). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal resmi membuka Festival Kenduri Laot dan Kenduri Anak Nelayan Aceh di Dermaga Panglima Laot Lhok Kuala Cangkoi, Ulee Lheue, Rabu (22/7/2026).

Mengusung tema “Merawat Adat, Mensyukuri Nikmat Laut, dan Menguatkan Persaudaraan Pesisir”, festival ini menjadi momentum untuk melestarikan tradisi masyarakat pesisir sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman, budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Rangkaian kegiatan meliputi zikir dan doa bersama, penampilan seni tradisional Aceh seperti Rapai Geleng, Tarek Pukat, dan Likok Pulo, santunan anak yatim, serta mengajak anak-anak nelayan menaiki perahu hias untuk mengenalkan kawasan Lhok Kuala Cangkoi.

Festival juga dimeriahkan dengan pameran foto, pemutaran film, bazar UMKM, pengumuman pemenang lomba fotografi, hingga kenduri bersama dengan sajian khas Aceh, Kuah Beulangong.

Baca Juga :  Banda Aceh Nol Kasus Malaria, Pemko Perkuat Pengawasan Cegah Kemunculan Kembali

Dalam sambutannya, Illiza mengapresiasi Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Banda Aceh, Yayasan Pangkai Meureunoe Aneuk Nelayan (YPMAN), Panglima Laot, panitia pelaksana, nelayan, pelaku UMKM, dan seluruh masyarakat pesisir yang terus menjaga tradisi Kenduri Laot.

“Kenduri Laot adalah ungkapan syukur kepada Allah atas rezeki laut, doa bersama untuk keselamatan nelayan, sekaligus pengingat bahwa laut adalah amanah yang harus kita jaga bersama,” ujar Illiza.

Menurutnya, Kenduri Laot mengandung empat nilai utama, yakni keislaman, sosial, budaya, dan lingkungan. Melalui Hukom Adat Laot, masyarakat diajarkan untuk memanfaatkan hasil laut secara bertanggung jawab sekaligus menjaga kelestariannya.

Illiza juga memaparkan potensi sektor kelautan Banda Aceh yang saat ini didukung oleh 949 nelayan dengan 604 unit kapal. Produksi hasil tangkapan mencapai 20.535,23 ton per tahun, dengan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) sekitar 4.803 kiloliter per tahun serta didukung tujuh unit cold storage.

Untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, Pemerintah Kota Banda Aceh terus mendorong pengolahan hasil laut bernilai tambah serta memperluas pemasaran melalui platform digital, salah satunya aplikasi Usaha Teman. Ia juga mengajak seluruh nelayan memiliki Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (KUSUKA) agar lebih mudah mengakses bantuan, pelatihan, dan program pemberdayaan.

Baca Juga :  Sahur di Pendopo, Mendagri Tito Karnavian Bahas Pembangunan Banda Aceh Bersama Wali Kota Illiza

Di akhir sambutannya, Illiza mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan laut dengan tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta terus berpedoman pada Hukom Adat Laot sebagai warisan leluhur Aceh.

Baca Juga :  Banmus DPRK Banda Aceh Tetapkan Program Kerja 2026, Fokus Legislasi dan Pengawasan

“Mari kita manfaatkan sumber daya laut secara bijaksana, karena laut yang kita jaga hari ini akan menjadi sumber kehidupan bagi anak cucu kita di masa yang akan datang,” katanya.

Sementara itu, Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Banda Aceh, Tgk. Ameer Hamzah, mengatakan Kenduri Laot merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Aceh sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki.

Menurutnya, tradisi adat seperti Kenduri Laot, Kenduri Blang, dan Kenduri Glee telah berkembang sejalan dengan nilai-nilai Islam sehingga tidak mengandung unsur yang bertentangan dengan syariat.

“Selama suatu tradisi tidak bertentangan dengan syariat Islam, adat dapat terus dilestarikan,” ujarnya.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Ekbis

Sekdako Banda Aceh Buka Peukan Moto Aceh 2026, Dorong Transisi Kendaraan Ramah Lingkungan

Kesehatan

Banda Aceh Raih UHC Award 2026 Kategori Utama, Capai Kepesertaan JKN 99 Persen

Pemko Banda Aceh

Illiza Hadiri Pelepasan Mudik Gratis Pemerintah Aceh 2026 di Terminal Batoh Banda Aceh

Pemerintah

Wali Kota Banda Aceh Paparkan Konsep Kota Rendah Karbon di Forum Nasional APEKSI 2025

Pemko Banda Aceh

Dekranasda Banda Aceh Gelar Pelatihan Bordir Wastra Aceh, Illiza Dorong Perajin Naik Kelas

Advetorial

Pengidap HIV/AIDS Masih Hadapi Diskriminasi, Dinkes Perkuat Edukasi

Pemko Banda Aceh

Jelang Tahun Ajaran Baru, Wali Kota Illiza Serahkan Bantuan Sekolah bagi Anak Yatim di Banda Aceh

Pemko Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Resmi Lantik Direktur Baru RSUD Meuraxa, Tekankan Peningkatan Pelayanan Kesehatan