Home / Nagan Raya

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Petani Nagan Raya Gotong Royong Bersihkan Pintu Air Ulee Jalan, Pemerintah Diminta Perhatikan Penanganan Menyeluruh

mm Redaksi

Puluhan petani dari Gampong Simpang Peut, Blang Muko, dan Blang Baro bergotong royong membersihkan saluran irigasi Ulee Jalan, Beutong Ateuh, Kecamatan Kuala, Nagan Raya, untuk memastikan kelancaran pasokan air menjelang Musim Tanam II 2026, Sabtu (29/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Puluhan petani dari Gampong Simpang Peut, Blang Muko, dan Blang Baro bergotong royong membersihkan saluran irigasi Ulee Jalan, Beutong Ateuh, Kecamatan Kuala, Nagan Raya, untuk memastikan kelancaran pasokan air menjelang Musim Tanam II 2026, Sabtu (29/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Nagan Raya — Semangat kebersamaan dan kepedulian para petani di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, menjadi sorotan sekaligus pengingat pentingnya menjaga fasilitas irigasi demi kelancaran pasokan air menghadapi Musim Tanam II Tahun 2026, Minggu (30/8/2026).

Puluhan petani dari Gampong Simpang Peut, Blang Muko, dan Blang Baro, Kecamatan Kuala, bergotong royong membersihkan saluran irigasi Ulee Jalan, Beutong Ateuh, pada Sabtu (29/8/2026). Dengan peralatan sederhana seperti cangkul, bahkan sebagian menggunakan tangan kosong, para petani turun langsung ke aliran sungai dan pintu air untuk mengeruk tumpukan batu serta endapan yang menghambat aliran air.

Kegiatan ini dilakukan karena pendangkalan saluran dan tumpukan material di pintu air kerap menjadi penghambat pasokan air setiap memasuki musim tanam, yang selama ini menjadi keluhan utama para petani.

Baca Juga :  Maulid Nabi dan HUT RI ke-81 di Mako Brimob Nagan Raya, Momentum Merawat Ukhuwah Islamiah dan Persatuan
Semangat Swadaya yang Harus Didukung

Hob Keujrun Kabupaten Nagan Raya, Razali Jala, menyampaikan apresiasi sekaligus harapan agar persoalan irigasi ini mendapat perhatian serius dari pemerintah dan pihak berwenang.

“Petani sangat membutuhkan kepastian pasokan air. Hampir setiap musim turun ke sawah, masyarakat harus melakukan pembersihan secara swadaya agar air mengalir ke lahan pertanian. Kami berharap ada kebijakan dan kepedulian pemerintah untuk menangani persoalan ini, khususnya bagi petani di Kecamatan Kuala dan Suka Makmue,” ujar Razali.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Nagan Raya, Marzuki, S.E., mengapresiasi inisiatif dan semangat para petani, namun menegaskan bahwa penanganan secara mandiri tidak dapat terus dibebankan kepada masyarakat.

Baca Juga :  Reses Zulkarnaen Dorong Aspirasi Berbasis Data, Keterbukaan Kebijakan dan Wawasan Geopolitik

“Alhamdulillah, para petani begitu semangat dan berinisiatif membersihkan saluran irigasi. Kondisi musim kemarau membuat debit air sangat kecil, ditambah pendangkalan saluran semakin memperparah keadaan. Langkah ini patut diapresiasi, namun membutuhkan penanganan yang lebih serius,” jelas Marzuki.

Ia berharap Balai Wilayah Sungai (BWS) dan instansi pengairan terkait segera melakukan pembersihan dan pengerukan menggunakan alat berat agar aliran air kembali optimal.

“Kami sangat berharap perhatian serius dari pihak terkait. Pembersihan dengan alat berat diperlukan agar kebutuhan air petani dapat terpenuhi secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Pesan Edukasi: Menjaga Air Adalah Tanggung Jawab Bersama

Kegiatan gotong royong ini menjadi bukti nyata kepedulian masyarakat terhadap kelangsungan pertanian dan ketersediaan pangan. Hal ini juga mengajarkan kita semua bahwa menjaga sumber air dan fasilitas irigasi bukan hanya tugas satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama.

Baca Juga :  Dari Nagan Raya ke Istana Negara, Toke Aris Wandi Hadiri Peringatan HUT ke-81 RI

– Bagi masyarakat: Mari teladani semangat gotong royong, jangan buang sampah di saluran air, dan jaga fasilitas irigasi agar tetap berfungsi baik.

– Bagi pemerintah: Lakukan pemeliharaan rutin dan penanganan menyeluruh agar petani tidak terus-menerus menanggung beban pembersihan secara mandiri.

– Bagi kita semua: Setiap butir pangan yang kita konsumsi berasal dari perjuangan para petani. Peduli pada irigasi berarti peduli pada ketahanan pangan dan masa depan kita bersama.

Semoga langkah positif para petani Ulee Jalan ini menginspirasi seluruh pihak untuk saling bekerja sama dalam menjaga sumber kehidupan, demi keberhasilan panen dan kesejahteraan masyarakat di Nagan Raya dan sekitarnya.

Reporter: Aprizali.43

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Ekbis

Dari Nagan Raya ke Istana Negara, Toke Aris Wandi Hadiri Peringatan HUT ke-81 RI

Nagan Raya

Panen Jagung Yonif TP 856/SBS, Kadis Pertanian Nagan Raya Dorong Sinergi Ketahanan Pangan

Nagan Raya

PKL di Nagan Raya Expo Membludak, Satpol PP Atur Ketertiban Jelang Puncak HUT ke-24

Nagan Raya

Pemkab Nagan Raya Terima Penghargaan Serambi Awards 2026 Kategori Pelopor Investasi

Nagan Raya

PM-AAS Diterapkan di Nagan Raya, 1.261 Hektare Lahan Disiapkan untuk Pertanian Modern

Nagan Raya

Bupati dan Wakil Bupati Nagan Raya Nobar Final Piala Dunia Bersama Warga di Arena Nagan Raya Fair HUT ke-24

Nagan Raya

Maulid Nabi dan HUT RI ke-81 di Mako Brimob Nagan Raya, Momentum Merawat Ukhuwah Islamiah dan Persatuan

Nagan Raya

Pendaftaran Ampon Bang Cup I 2026 Se Barsela Dibuka