Nagan Raya — Semangat kebersamaan dan kepedulian para petani di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, menjadi sorotan sekaligus pengingat pentingnya menjaga fasilitas irigasi demi kelancaran pasokan air menghadapi Musim Tanam II Tahun 2026, Minggu (30/8/2026).
Puluhan petani dari Gampong Simpang Peut, Blang Muko, dan Blang Baro, Kecamatan Kuala, bergotong royong membersihkan saluran irigasi Ulee Jalan, Beutong Ateuh, pada Sabtu (29/8/2026). Dengan peralatan sederhana seperti cangkul, bahkan sebagian menggunakan tangan kosong, para petani turun langsung ke aliran sungai dan pintu air untuk mengeruk tumpukan batu serta endapan yang menghambat aliran air.
Kegiatan ini dilakukan karena pendangkalan saluran dan tumpukan material di pintu air kerap menjadi penghambat pasokan air setiap memasuki musim tanam, yang selama ini menjadi keluhan utama para petani.
Semangat Swadaya yang Harus Didukung
Hob Keujrun Kabupaten Nagan Raya, Razali Jala, menyampaikan apresiasi sekaligus harapan agar persoalan irigasi ini mendapat perhatian serius dari pemerintah dan pihak berwenang.
“Petani sangat membutuhkan kepastian pasokan air. Hampir setiap musim turun ke sawah, masyarakat harus melakukan pembersihan secara swadaya agar air mengalir ke lahan pertanian. Kami berharap ada kebijakan dan kepedulian pemerintah untuk menangani persoalan ini, khususnya bagi petani di Kecamatan Kuala dan Suka Makmue,” ujar Razali.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Nagan Raya, Marzuki, S.E., mengapresiasi inisiatif dan semangat para petani, namun menegaskan bahwa penanganan secara mandiri tidak dapat terus dibebankan kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, para petani begitu semangat dan berinisiatif membersihkan saluran irigasi. Kondisi musim kemarau membuat debit air sangat kecil, ditambah pendangkalan saluran semakin memperparah keadaan. Langkah ini patut diapresiasi, namun membutuhkan penanganan yang lebih serius,” jelas Marzuki.
Ia berharap Balai Wilayah Sungai (BWS) dan instansi pengairan terkait segera melakukan pembersihan dan pengerukan menggunakan alat berat agar aliran air kembali optimal.
“Kami sangat berharap perhatian serius dari pihak terkait. Pembersihan dengan alat berat diperlukan agar kebutuhan air petani dapat terpenuhi secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Pesan Edukasi: Menjaga Air Adalah Tanggung Jawab Bersama
Kegiatan gotong royong ini menjadi bukti nyata kepedulian masyarakat terhadap kelangsungan pertanian dan ketersediaan pangan. Hal ini juga mengajarkan kita semua bahwa menjaga sumber air dan fasilitas irigasi bukan hanya tugas satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama.
– Bagi masyarakat: Mari teladani semangat gotong royong, jangan buang sampah di saluran air, dan jaga fasilitas irigasi agar tetap berfungsi baik.
– Bagi pemerintah: Lakukan pemeliharaan rutin dan penanganan menyeluruh agar petani tidak terus-menerus menanggung beban pembersihan secara mandiri.
– Bagi kita semua: Setiap butir pangan yang kita konsumsi berasal dari perjuangan para petani. Peduli pada irigasi berarti peduli pada ketahanan pangan dan masa depan kita bersama.
Semoga langkah positif para petani Ulee Jalan ini menginspirasi seluruh pihak untuk saling bekerja sama dalam menjaga sumber kehidupan, demi keberhasilan panen dan kesejahteraan masyarakat di Nagan Raya dan sekitarnya.
Reporter: Aprizali.43
Editor: Amiruddin. MK










