Home / Kesehatan

Sabtu, 26 September 2026 - 20:07 WIB

RSUDZA Orientasi 123 Peserta PPDS, Tekankan Kompetensi dan Keselamatan Pasien

mm Redaksi

Direktur RSUDZA Dr. Muhazar Harun, SKM., M.Kes. Foto: Dok. Istimewa

Direktur RSUDZA Dr. Muhazar Harun, SKM., M.Kes. Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Sebanyak 123 dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), Subspesialis, dan Fellowship Angkatan II Tahun 2026 Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK) mengikuti orientasi di RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh, Jumat (25/9/2026).

Orientasi tersebut menjadi tahap awal bagi peserta sebelum memasuki proses pendidikan klinis di rumah sakit rujukan utama Aceh, dengan penekanan pada kompetensi, integritas, etika, serta keselamatan pasien.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Multazam 2 RSUDZA itu dibuka langsung Direktur RSUDZA, Dr. Muhazar Harun, SKM., M.Kes.

Dalam sambutannya, Muhazar menegaskan peserta didik tidak hanya dituntut menguasai ilmu dan keterampilan klinis, tetapi juga harus memiliki etika, kemampuan komunikasi, empati, serta tanggung jawab profesional dalam memberikan pelayanan kepada pasien.

Baca Juga :  Kemenkes RI Lakukan Supervisi dan Pendampingan Program Integrasi Layanan Primer di Banda Aceh

“Sejak hari pertama berada di RSUDZA, peserta didik adalah bagian dari sistem pelayanan rumah sakit. Setiap keputusan, komunikasi, pencatatan, dan tindakan dapat memengaruhi mutu pelayanan serta keselamatan pasien,” tegasnya.

Sebagai rumah sakit rujukan sekaligus rumah sakit pendidikan utama di Aceh, RSUDZA menjadi tempat peserta didik menangani berbagai kasus kompleks dengan latar belakang pasien yang beragam. Karena itu, keselamatan pasien harus menjadi prioritas dalam setiap proses pendidikan dan pelayanan.

Direktur juga meminta peserta bekerja sesuai kompetensi dan kewenangan klinis serta mengikuti jenjang supervisi. Peserta didik diminta tidak ragu berkonsultasi ketika menghadapi kondisi di luar kemampuan.

Baca Juga :  Standar Etik Bidang Kesehatan Wajib Dipahami, Ini Alasannya

“Meminta bantuan bukan tanda kelemahan, tetapi bentuk profesionalisme dan tanggung jawab kepada pasien,” ujarnya.

Selain kompetensi klinis, peserta didik diminta menjaga etika, komunikasi, kerahasiaan medis, dan martabat pasien.

RSUDZA juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, saling menghormati, serta bebas dari perundungan maupun budaya senioritas yang tidak mendidik.

Para supervisor, Ketua KSM, konsultan, dan tenaga pendidik klinis diminta memberikan bimbingan secara konsisten, adil, dan manusiawi. Sementara peserta didik diingatkan agar tidak sekadar mengejar jumlah kasus atau pemenuhan logbook.

Baca Juga :  Aceh Barat Raih UHC Award 2026 dari BPJS Kesehatan

“Setiap pasien adalah amanah, bukan sekadar objek pembelajaran,” tegas Muhazar.

RSUDZA bersama Fakultas Kedokteran USK berkomitmen memperkuat integrasi pendidikan, pelayanan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk menghasilkan dokter spesialis dan subspesialis yang kompeten, berintegritas, serta mampu memberikan pelayanan berkualitas.

Orientasi tersebut menjadi tahap awal bagi 123 peserta PPDS, Subspesialis, dan Fellowship Angkatan II Tahun 2026 sebelum menjalani proses pendidikan klinis di RSUDZA.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Dekan Fakultas Kedokteran USK, Kabid Diklat, Ketua Komkordik, serta para Koordinator Program Studi.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Capaian Imunisasi di Pidie Masih Rendah

Kesehatan

Sekda Aceh Tegaskan Rumah Sakit Wajib Layani Pasien Tanpa Penolakan

Kesehatan

Sarjani Minta Puskesmas dan RSUD Benahi Pelayanan Kesehatan

Kesehatan

Manfaatkan Program JKN, Basrizal Pulih Dari Tifus Tanpa Biaya Sepeser Pun

Kesehatan

Hari Posyandu Nasional 2026 Dipusatkan di Aceh Utara, Tri Tito Ajak Warga Bangkit Pasca Bencana

Kesehatan

JKN Bantu Pensiunan di Aceh Utara Dapatkan Layanan Kesehatan Tanpa Khawatir Biaya

Banda Aceh

Almuniza Kamal Apresiasi Keberhasilan RSUD Meuraxa dalam Mencapai PAD Hampir 100%

Aceh Barat

Pemkab Aceh Barat Laksanakan Kick Off Intervensi Stunting Seluruh Posyandu