Aceh Barat Daya – Bukan sekadar soal hidangan, kuah beulangong menjadi bagian dari cerita kekompakan jajaran Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Aceh Barat Daya (Abdya).
Cerita itu tersaji dalam menyukseskan Maulid Nabi Muhammad SAW tingkat Kabupaten Abdya tahun 2026, Selasa (6/10/2026).
Di tengah suasana peringatan Maulid yang berlangsung penuh kebersamaan, jajaran Bapperida bahu-membahu menyiapkan sajian khas Aceh tersebut.

Aktivitas itu sekaligus memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong dan rasa kekeluargaan antar pegawai.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berpusat di Masjid Agung Baitul Ghafur, Desa Seunaloh, Kecamatan Blangpidie menghadirkan Ustadz Anugrah Cahyadi yang lebih terkenal dengan sebutan Ustadz Ucay sebagai penceramah.
Sekretaris Bapperida Abdya, Najmun Washat, mengatakan kebersamaan dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang membanggakan bagi seluruh jajaran.
“Suatu kebanggaan bagi kami bekerja dalam tim yang kompak dan saling menghargai dalam menyukseskan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2026 tingkat Kabupaten Abdya,” kata Najmun.
Menurut Najmun, semangat gotong royong terlihat sejak proses persiapan hingga penyajian kuah beulangong.
Setiap pegawai mengambil bagian sesuai kemampuan sehingga pekerjaan dapat berjalan secara bersama-sama.
Baginya, kegiatan seperti ini memiliki makna lebih dari sekadar menyiapkan makanan.
Kebersamaan yang terbangun menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan menjaga kekompakan di lingkungan Bapperida.
“Kami saling membantu dan saling menghargai. Inilah yang membuat suasana kerja menjadi lebih nyaman dan pekerjaan bersama terasa lebih ringan,” ujarnya.
Najmun berharap semangat kebersamaan tersebut terus tumbuh dalam setiap kegiatan.
“Termasuk dalam menjalankan tugas pemerintahan dan memberikan kontribusi bagi pembangunan Kabupaten Abdya,” katanya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2026 tidak hanya menjadi momentum untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Tetapi juga menjadi ruang mempererat silaturahmi dan menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.
“Bagi jajaran Bapperida, semangat itu turut mereka tunjukkan melalui kebersamaan sederhana di balik sepanci kuah beulangong, tidak banyak tapi penuh makna,” pungkas Najmun Washat.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar













