Home / Ekbis

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Bedah Buku Moneyfesting BI Aceh Perkuat Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah Masyarakat

mm Redaksi

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Hertha Bastiawan, menyampaikan sambutan pada kegiatan bedah buku Moneyfesting: Sebuah Perjalanan Memaknai Kekayaan dalam Islam di Balee Meuseuraya Aceh, Banda Aceh, Jumat (23/10/2026). Foto: Dok. Istimewa

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Hertha Bastiawan, menyampaikan sambutan pada kegiatan bedah buku Moneyfesting: Sebuah Perjalanan Memaknai Kekayaan dalam Islam di Balee Meuseuraya Aceh, Banda Aceh, Jumat (23/10/2026). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Aceh menggelar bedah buku Moneyfesting: Sebuah Perjalanan Memaknai Kekayaan dalam Islam di Balee Meuseuraya Aceh, Banda Aceh, Jumat (23/10). Sekitar 500 peserta hadir, mulai dari mahasiswa, akademisi, hingga komunitas literasi. Bedah buku merupakan kegiatan rutin KPwBI Provinsi Aceh melalui Perpustakaan Bank Indonesia Aceh setiap tahunnya. Pada kesempatan ini, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan syariah dengan cara yang ringan dan dekat dengan keseharian masyarakat.

Di era digital saat ini, transaksi kian mudah dilakukan, cukup lewat telepon genggam. Namun, kemudahan ini juga dapat mendorong budaya konsumtif, terutama di kalangan generasi muda. Karena itu, cara kita memandang dan mengelola uang menjadi semakin penting. Kekayaan tidak hanya diukur dari berapa banyak harta yang dimiliki, tetapi juga dari cara harta itu diperoleh, dikelola, dan digunakan.

Dalam sambutannya, Hertha Bastiawan, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh menyampaikan bahwa Aceh memiliki modal yang kuat. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 mencatat Aceh sebagai provinsi dengan indeks literasi keuangan syariah tertinggi di Indonesia. “Pemahaman yang baik ini perlu terus kita jaga dan wujudkan dalam kebiasaan sehari-hari, mulai dari cara kita mencari nafkah, berbelanja, menabung, hingga berbagi. Lewat buku dan diskusi yang santai, kami ingin ekonomi syariah terasa lebih dekat bagi masyarakat,” ujar Hertha.

Baca Juga :  Dukung Pendidikan, BSI Aceh Salurkan Bantuan Rp6,3 Miliar ke Sektor Pendidikan Aceh

Buku Moneyfesting lahir dari pengalaman pribadi penulisnya, Dewi R.D. Amelia. Ia pernah menjadi generasi sandwich yang ikut menanggung kebutuhan keluarga. Perjalanan “dari minus menuju makna” itu ia tuangkan dalam buku ini, agar pembaca dapat membangun pola pikir keuangan yang sehat dan mengelola harta sesuai prinsip syariah.

Dewi atau dikenal sebagai deramelia yang merupakan perencana keuangan syariah hadir langsung sebagai narasumber. Menurutnya, Moneyfesting bukan sekadar bermimpi tanpa berbuat apa-apa. Cita-cita keuangan diraih lewat niat baik, keyakinan, doa, dan ikhtiar. “Ngatur uang itu bisa jadi ibadah,” ujarnya.

Baca Juga :  Banjir Bandang Terparah di Aceh Lumpuhkan Ekonomi, Ampon Man Desak Pemerintah Perbanyak Program Padat Karya

Dewi mengajak peserta memandang harta lewat tiga prinsip Islam. Halal, yaitu cara harta diperoleh. Amanah, yaitu cara harta dikelola dan dipertanggungjawabkan. Barakah, yaitu cara harta digunakan untuk kebaikan dan tidak menjauhkan kita dari tujuan akhirat.

Untuk memulai, ia membagikan langkah sederhana. Pertama, jaga arus kas tetap positif, artinya pengeluaran tidak melebihi pemasukan. Kedua, susun anggaran berurutan: dahulukan yang wajib seperti zakat, cicilan, dan biaya sekolah anak, lalu kebutuhan pokok, baru keinginan. Ketiga, lunasi utang konsumtif, karena berutang berarti memakai penghasilan masa depan. Keempat, menabung dan berinvestasi secara konsisten. Menurut Dewi, menabung bukan tanda tidak percaya pada rezeki dari Allah, melainkan bagian dari ikhtiar.

“Memulai dari titik minus atau nol itu tak apa. Kita akan belajar banyak hal dalam perjalanannya,” pesan Dewi kepada peserta.

Diskusi dipandu oleh akademisi ekonomi syariah, Ledy Br Ginting. Peserta antusias bertanya tentang pengelolaan keuangan pribadi dan keluarga. Acara juga diramaikan dengan kuis untuk mengukur pemahaman peserta terkait dengan materi yang telah disampaikan.

Baca Juga :  Gas Andaman Ditemukan, Usman Lamreung Minta Aceh Jangan Kembali Jadi Penonton di Tanah Sendiri

Melalui kegiatan ini, Bank Indonesia berharap masyarakat, khususnya generasi muda Aceh, semakin bijak dalam mengambil keputusan keuangan dan menerapkan nilai-nilai syariah dalam kehidupan sehari-hari. Bank Indonesia Aceh akan terus menghadirkan kegiatan literasi yang kreatif dan mudah dipahami, sejalan dengan upaya memperkuat Aceh sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah.

Selain bedah buku, selama Meuseraya Festival berlangsung 22 s.d. 25 Oktober 2026 di Balee Meuseuraya Aech, Perpustakaan Bank Indonesia Aceh juga membuka booth interaktif yang dapat dikunjungi masyarakat. Di booth ini, pengunjung dapat menambah beragam pengetahuan sambil mencoba berbagai permainan yang menarik. Ayo kunjungi booth Perpustakaan Bank Indonesia Aceh!

Masyarakat dapat memantau informasi terkini mengenai bauran kebijakan dan program Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh melalui akun Instagram resmi@bank_indonesia_aceh.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Ekbis

BSI Aceh Tetap Beroperasi pada Libur Panjang Idul Fitri 1447 H, 22 Outlet Siap Layani Nasabah pada tanggal 18, 19, 23, dan 24 Maret 2026

Ekbis

Kapolres Aceh Besar Serahkan Pupuk Dan Bibit Jagung, Sukseskan Ketahanan Pangan

Ekbis

Semakin Dipercaya Masyarakat, Nasabah BSI Region Aceh Naik 31,76% (YoY)

Daerah

Layanan Operasional Bank Aceh Selama Libur Lebaran Idul Fitri 1446 H

Ekbis

Bank Aceh Cabang Langsa Salurkan Bantuan Kepada Korban Kebakaran

Ekbis

BSI Perkuat Ekosistem Wakaf Produktif, Dorong Potensi Rp180 Triliun Jadi Kekuatan Ekonomi Umat

Daerah

Bank Aceh dan Muhammadiyah Jalin Kerja Sama Penyediaan Layanan Keuangan Perbankan

Daerah

Bulog Tegaskan Harga Beli Gabah Pada Petani Rp 6,500