Home / Politik

Selasa, 28 Mei 2024 - 23:41 WIB

Menko Polhukam : Intelijen Keamanan Polri Harus Jadi Penjuru Terdepan

mm Redaksi

Menko Polhukam, Hadi Tjahjanto menghadiri Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Intelijen T.A. 2024,Jakarta, Selasa 28 Mei 2024. (Foto | HO-Humas Kemenko Polhukam).

Menko Polhukam, Hadi Tjahjanto menghadiri Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Intelijen T.A. 2024,Jakarta, Selasa 28 Mei 2024. (Foto | HO-Humas Kemenko Polhukam).

Jakarta – Saat ini Indonesia sedang dihadapkan pada persiapan tahapan pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2024. Berdasarkan perkiraan intelijen, potensi konflik sosial pada saat Pilkada 2024 cenderung menengah-tinggi.

“Keberpihakan penyelenggara yang tentunya tidak taat regulasi atau keberpihakan aparat keamanan kepada salah satu paslon adalah contoh penyebab konflik sosial yang dapat terjadi di Pilkada nanti,” Kata Menko Polhukam, Hadi Tjahjanto kepada Kantor Berita NOA.co.id, Jakarta, Selasa 28 Mei 2024

Hal tersebut disampaikan Hadi saat Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Intelijen T.A. 2024 dengan tema “Intelijen Keamanan Polri yang presisi siap mengamankan penyelenggaraan Pilkada dan Agenda Nasional 2024 guna mendukung percepatan transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan”.

Baca Juga :  Irawan Abdullah dan Musannif Siap Berebut Kursi Bupati Aceh Besar

Menko Polhukam juga mengingatkan terkait tantangan yang akan dihadapi nantinya, seperti ada 4 provinsi yang baru akan melaksanakan Pilkada untuk pertama kalinya, yaitu Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Tengah, Provinsi Papua Pegunungan, dan Provinsi Papua Barat Daya.

“Politik identitas dan uang, provokasi melalui media sosial, hate speech, dan beredarnya berita bohong, adalah tantangan lainnya yang akan dihadapi kita semua menjelang Pilkada nanti,”Pungkas Menko Polhukam.

Baca Juga :  LSM PuTra : Terkait Putusan MK, Kami Apresiasi Kinerja panwaslih Pidie Jaya  

Menko Hadi juga mengajak para peserta rakernis untuk bersama-sama kita harus melakukan antisipasi secara matang dan baik pada dua tahapan krusial Pilkada, yaitu Tahapan Persiapan dan Tahapan Pelaksanaan.

“Tahapan persiapan itu pada saat pembentukan PPK, PPS, KPPS, Panwas, dan penyusunan daftar pemilih. Tahapan pelaksanaan, yaitu penetapan Paslon, pelaksanaan kampanye, pemungutan suara, penghitungan suara dan rekapitulasi, dan penetapan Calon Terpilih,” jelas Menko Hadi.

Melihat hal tersebut, Menko Polhukam menekankan kepada aparat intelijen keamanan untuk terus melaksanakan perencanaan, latihan, pengumpulan bahan keterangan, dan penggalangan dengan hati-hati dan cermat.

Baca Juga :  Waspada menjelang pilkada Abdya 2024, buka mata, buka pikiran untuk kepentingan daerah

“Pilkada Tahun 2024 dilaksanakan serentak, back up pengamanan oleh TNI/Polri akan berkurang, sehingga perkiraan intelijen harus tajam dan akurat untuk mengantisipasi kemungkinan konflik yang akan terjadi dan berimplikasi kontingensi,” tambah Menko Hadi.

Menko Polhukam berharap agar intelijen keamanan Polri harus bisa menjadi penjuru terdepan dalam mengamankan Pilkada sebagai fungsi preventif.

“Intelijen harus dapat mengelola potensi-potensi gangguan Kamtibmas dan mereduksi potensi tersebut untuk mewujudkan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat demi terciptanya pelaksanaan Pilkada yang aman, lancar, dan damai,”Tutup Menko Hadi.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

Panwaslih Pidie Jaya Tutup Mata Terhadap Pelanggaran Pilkada

Daerah

Pelatihan Tata Kelola Dana Hibah, KONI Aceh Hadirkan Mantan Deputi KPK

Politik

Panwaslih Aceh Selatan Hadiri Rapat Revisi Anggaran di Aceh Tengah  

Politik

Terbitkan SK Penetapan Ganda Cabub Pijay Said Mulyadi Akan Gugat DPP PKB

Politik

Balon Walkot Banda Aceh, Aminullah Duet Afdhal Khalilullah

Politik

Ketua APRI Aceh Selatan : Percepat Legalisasi Pertambangan Rakyat, Bangkitkan Ekonomi Aceh!

Parlementaria

DPRA Gelar Family Gathering di Pantai Riting, Pererat Kebersamaan dan Kekompakan

Politik

Pemerintah Aceh Dorong Pilkada Aceh yang Transparan, Adil dan Demokratis