Home / Nasional / Pemerintah

Rabu, 7 Mei 2025 - 22:11 WIB

Kejagung kawal program Koperasi Merah Putih Kemenkop

mm Redaksi

Jaksa Agung ST Burhanuddin (kiri tengah) dan Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi (kanan tengah) berbicara dengan awak media di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (7/5/2025). (NOA.co.id/HO- Puspenkum Kejagung RI).

Jaksa Agung ST Burhanuddin (kiri tengah) dan Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi (kanan tengah) berbicara dengan awak media di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (7/5/2025). (NOA.co.id/HO- Puspenkum Kejagung RI).

Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan siap mengawal program Koperasi Merah Putih yang dilaksanakan oleh Kementerian Koperasi (Kemenkop), Rabu (7/5).

Kesiapan tersebut ditunjukkan dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi di Gedung Utama Kejaksaan Agung.

Menkop Budi Arie mengatakan bahwa pihaknya meminta pengawalan dari Kejagung lantaran program pembentukan 80.000 Koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia melibatkan anggaran yang besar.

Baca Juga :  Sita 1.883 Balpress, Kabareskrim: Untuk Selamatkan Industri Lokal dan UMKM

Maka dari itu, Kementerian Koperasi perlu memitigasi risiko sejak tahapan perencanaan serta melakukan pengawasan agar kredibilitas program Koperasi Merah Putih ini bisa terjaga.

Menurutnya, dengan adanya pendampingan hukum dari Kejagung, tujuan mulia Koperasi Merah Putih, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, akan bisa terwujud.

Baca Juga :  Hadiri Pembukaan MTR XXIII Kwarda Aceh, Pj Bupati Mahdi Optimis Aceh Barat Raih Prestasi Terbaik

“Kami dari Kementerian Koperasi meminta, khususnya kepada Kejaksaan Agung, untuk pendampingan hukum, mitigasi risiko, dan juga bagaimana mendidik aparat dan kepala desa, khususnya sebagai pengelola dan pengawas,” kata Budi Arie.

Atas permintaan Menkop Budi Arie tersebut, Jaksa Agung mengatakan bahwa Kejagung siap memberikan bantuan pendampingan hukum dan legal audit, dukungan pada skema pembiayaan, serta pelindungan pada unit usaha cost center.

Baca Juga :  Pemkab Aceh Barat Launching Aplikasi SeKOCI

“Nanti kami akan memberikan suatu pendampingan dan tentunya bukan hanya untuk pencegahan tindak pidana korupsi, tetapi bisa membantu bagaimana pengembangan usaha-usaha yang ada di desa,” ucapnya.

Selain itu, Kejagung juga akan memberikan peta kerawanan korupsi kepada Kemenkop agar bisa melakukan mitigasi serta akan membentuk tim koordinasi pengawasan dan pendampingan Hukum antara Kemenkop dan Kejagung.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

Dana Desa 2024 Dicairkan, Temuan Kerugian 2023 Desa Matanurung Belum Jelas

Aceh Besar

Pj Bupati Terima Callsign “JZ01BLL” dari RAPI Aceh Besar 

Aceh Jaya

Aceh Jaya Terima Penghargaan Penyaluran Dana Desa Tercepat Tahun 2026

Daerah

Turun ke Dapil, Iskandar Tegaskan Reses untuk Dengarkan Suara Warga Simeulue

Daerah

Lapas Calang Serahkan Remisi Umum dan Dasawarsa kepada 93 Narapidana di Hari Kemerdekaan ke-80

Aceh Barat

Bupati Aceh Barat Lantik 7 Pejabat Eselon II

Aceh Besar

Dishub Aceh Besar Kerahkan Petugas Amankan Arus Balik dan Lokasi Wisata

Aceh Barat

Pemkab Aceh Barat Gandeng HCM Bangun Videotron, Target Beroperasi di Meulaboh Tahun 2027