Home / Daerah / Pemerintah / Simeulue

Sabtu, 21 Juni 2025 - 12:20 WIB

PT Raja Marga dan Lahan Sawit ‘Gelap’ Praktik Ilegal yang Mengancam Masa Depan

Argamsyah

PT Raja Marga dan Lahan Sawit ‘Gelap’ Praktik Ilegal yang Mengancam Masa Depan, Aktivis muda Simeulue, Ahmat Hidayad. Foto: Dok. Argam/Noa.co.id.

PT Raja Marga dan Lahan Sawit ‘Gelap’ Praktik Ilegal yang Mengancam Masa Depan, Aktivis muda Simeulue, Ahmat Hidayad. Foto: Dok. Argam/Noa.co.id.

Simeulue – Aktivitas PT Raja Marga yang mengelola dan membuka lahan kelapa sawit tanpa izin sah kembali menjadi sorotan. Kasus itu menambah daftar panjang permasalahan tata kelola lahan yang kerap berujung pada konflik hukum sekaligus kerusakan lingkungan, Sabtu (21/6/2025).

Menurut informasi yang diterima, perusahaan tersebut diduga beroperasi tanpa mengantongi izin resmi dari instansi terkait di Kabupaten Simeulue. Praktik ilegal diduga melanggar ketentuan perizinan yang diatur ketat oleh Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta sejumlah regulasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Ahmad Hidayad, yang akrab disapa Wak Rimba, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap aktivitas PT Raja Marga. Menurutnya, pelanggaran ini bukan sekadar soal administrasi, melainkan berdampak serius bagi lingkungan dan hak masyarakat adat setempat.

Baca Juga :  Polres Simeulue Lakukan Pebongkaran Makam dan Autopsi Terhadap Jenazah

“Ini lebih dari pelanggaran administratif, karena juga mengancam keberlangsungan ekosistem dan keberagaman hayati di wilayah Kabupaten Simeulue,” tegas Wak Rimba.

Hingga kini, upaya konfirmasi kepada manajemen PT Raja Marga belum membuahkan hasil. Perusahaan belum memberikan respons resmi atas tuduhan dugaan pengelolaan lahan tanpa izin.

Wak Rimba mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera melakukan audit menyeluruh dan mengambil langkah tegas terhadap pelanggaran yang terjadi. Menurutnya, penegakan hukum harus berjalan tanpa kompromi demi menjaga kelestarian lingkungan dan keadilan sosial.

Surat resmi dari Pemerintah Kabupaten Simeulue sudah dikeluarkan, menginstruksikan penghentian sementara seluruh kegiatan operasional PT Raja Marga. Surat tersebut menjadi bukti kuat bahwa selama ini aktivitas perusahaan berjalan tanpa dasar izin yang valid.

Baca Juga :  Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Ini Pesan Bupati Ramli MS

Namun, Wak Rimba mengkritisi rencana Pemerintah Daerah Simeulue yang kabarnya tengah mempertimbangkan pemberian izin baru kepada PT Raja Marga. Ia menegaskan agar proses tersebut dihentikan terlebih dahulu sampai semua persoalan hukum diselesaikan dengan tuntas.

Kabar terbaru menyebutkan, tim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kini sedang berada di Simeulue untuk melakukan investigasi. Wak Rimba berharap kementerian tidak setengah hati dalam menangani kasus ini.

“Presiden Prabowo Subianto sangat jelas dalam visi misinya mengenai penegakan hukum serta perlindungan masyarakat dan lingkungan hidup. Jangan sampai kementerian main-main dalam persoalan seperti ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Aktivis Simeulue Kecam Inspektorat yang Ragu Audit Desa Bermasalah

Wak Rimba juga menegaskan, tidak ada yang menolak investasi karena memang membawa manfaat bagi daerah. Namun, PT Raja Marga diduga telah melanggar prosedur sejak awal, mulai dari pendirian pabrik hingga pembukaan lahan tanpa izin yang sesuai.

“Seharusnya, seluruh perizinan resmi diterbitkan terlebih dahulu sebelum memulai pengelolaan lahan. Jangan sampai setelah viral, izin baru diurus,” jelasnya.

Ia mengingatkan Pemerintah Kabupaten Simeulue agar meninjau ulang rencana penerbitan izin baru untuk PT Raja Marga. Penyelesaian masalah hukum harus menjadi prioritas sebelum melangkah ke tahap berikutnya.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Nasional

Pengelola Penginapan Wajib Laporkan Keberadaan Tamu Asing Lewat APOA

Daerah

PDAM Tirta Mountala Salurkan Air Bersih untuk Warga Kecamatan Lhoknga

Daerah

IWATAN Adakan Buka Puasa Bersama Dan Santuni Anak Yatim 

Pemerintah

Tekan Stunting, Pj Ketua TP-PKK Aceh Besar Serahkan BKB Kit ke Gampong Lam Ujong

Daerah

Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kota Banda Aceh Luncurkan Ralina Seuramo Aksara

Daerah

Ika USK Buka Posko dan Donasi untuk Korban Bencana Banjir Longsor Sumatera

Aceh Besar

Wakil Bupati Aceh Besar Tegaskan Pentingnya Peningkatan Mutu Pendidikan

Pemerintah

Menlu Sugiono: Melalui Dialog, Kamboja-Thailand Akan Temukan Jalan Damai