Home / Internasional / Pemerintah

Minggu, 26 Oktober 2025 - 19:42 WIB

Kunjungi KBRI Malaysia, Menko Polkam Bahas Pelindungan PMI dan Lapangan Kerja di Dalam Negeri

Farid Ismullah

Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago saat kunjungan kerja ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Sabtu (25/10/2025). (Foto : NOA.co.id/HO-Kemenko Polkam RI).

Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago saat kunjungan kerja ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Sabtu (25/10/2025). (Foto : NOA.co.id/HO-Kemenko Polkam RI).

Kuala Lumpur – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat pelindungan pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia serta memperluas lapangan kerja di dalam negeri. Hal itu disampaikan saat kunjungan kerja ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Sabtu (25/10/2025).

Menko Polkam didampingi oleh Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Mayjen TNI Heri Wiranto, Atase Pertahanan RI di Kuala Lumpur Brigjen TNI Tri Andi Kuswantoro, serta sejumlah pejabat Kemenko Polkam dan KBRI. Dalam pertemuan, Djamari menyoroti kompleksitas persoalan PMI di Malaysia. Berdasarkan data, sekitar 540 ribu PMI memiliki dokumen resmi, sedangkan 1,5 juta lainnya bekerja tanpa dokumen.

Baca Juga :  Pemerintah Tingkatkan Pegawasan WNA Guna hadapi Ancaman Keamanan Nasional

“Banyak yang datang tanpa dokumen resmi, sehingga rentan mengalami perlakuan tidak layak dan kesulitan menuntut haknya,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, pemerintah memperluas akses layanan kesehatan gratis bagi masyarakat. “Sekarang setiap warga bisa cek kesehatan gratis setiap tahun, khususnya saat ulang tahun. Sudah lebih dari 40 juta orang yang memanfaatkannya,” tutur Djamari.

Baca Juga :  Eskalasi konflik Iran–Israel, Kemenko Polkam Koordinasikan Pemulangan WNI dari Iran

Deputy Chief of Mission (DCM) Malaysia, Danang Waskito, menjelaskan KBRI Kuala Lumpur merupakan salah satu kedutaan terbesar di dunia dengan 220 staf yang mayoritas menangani pelayanan dan perlindungan PMI. “Kami memiliki dua shelter untuk menampung PMI rentan, seperti yang sakit, hamil, atau anak-anak,” ujarnya.

Danang juga menyoroti pentingnya pendidikan bagi anak-anak PMI, terutama yang tidak berdokumen. Pemerintah Indonesia mendirikan Community Learning Center (CLC) di Sabah dan Serawak, serta Sanggar Bimbingan (SB) di Semenanjung Malaysia. “Saat ini juga sedang dilakukan renovasi Sekolah Indonesia Kuala Lumpur yang nantinya bisa menampung sekitar 700 siswa,” katanya.

Baca Juga :  Pengolahan Limbah Medis RSUD-YA Sesuai Aturan, Ini Kata Ketua Pansus

Malaysia saat ini memiliki sekitar 2,14 juta pekerja migran asing, dengan Bangladesh di posisi pertama dan Indonesia di urutan kedua, disusul Nepal.

Danang mengapresiasi kehadiran Menko Polkam sebagai bentuk dukungan dan semangat bagi jajaran KBRI dalam memperkuat pelindungan bagi warga negara Indonesia di Malaysia.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Pj Bupati Aceh Besar Tinjau Rumah Produksi dan Lahan Tembakau Rokok Hawa Makmu Beurata di Lambeugak

Nasional

Pertama Di Indonesia, PLN Produksi _Green Hydrogen_ 100 Persen Dari EBT Kapasitas 51 Ton Per Tahun

Aceh Besar

Pj Bupati Muhammad Iswanto Buka Rakon TP-PKK Aceh Besar 2023 

Hukrim

Misteri Kaburnya 24 Imigran Rohingya dari Aceh Selatan

Nasional

Satgas Pencegahan Desk P2MI Upayakan Perlindungan PMI Dengan Desa Migran Emas

Aceh Besar

Bupati Aceh Besar Lantik 6 Kepsek dan Serahkan SK Perpanjangan 356 Formasi Guru PPPK

Daerah

Komitmen Kanwil Ditjen Imigrasi Aceh Dukung Investasi Asing

Internasional

Kemlu RI bersama KBRI Phnom Penh terus kawal penanganan WNI yang meninggal dunia di Kamboja