Aceh Barat Daya – Sebuah lubang besar dengan kedalaman mencapai 20–30 sentimeter terlihat menganga di simpang jalan Transito Desa Pulau Kayu, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), tepatnya di jalur nasional kawasan Bulog Blangpidie.
Kondisi ini menimbulkan keresahan warga dan para pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor yang kerap melintasi jalur tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi, lubang tersebut berada tepat di tikungan dan dekat persimpangan, sehingga sangat sulit terlihat oleh pengendara yang datang dari arah Blangpidie maupun Susoh.
Meski masyarakat telah memasang sebuah kerucut plastik (traffic cone) sebagai tanda peringatan darurat, namun kondisi lubang yang terus melebar tetap menimbulkan ancaman nyata, terutama pada malam hari ketika visibilitas menurun.
Sejumlah pengendara mengaku terkejut saat melewati lokasi tersebut karena lubang berada persis di jalur kendaraan.
“Kalau malam, lubang ini hampir tidak terlihat. Banyak motor yang oleng saat menghindar, terutama saat masuk ke simpang. Kami khawatir ada kecelakaan serius kalau tidak segera diperbaiki,” ujar salah satu warga yang melintas.
Lubang tersebut diduga akibat kerusakan permukaan jalan yang telah lama tidak diperbaiki, ditambah intensitas lalu lalang truk yang insten mempercepat erosi lapisan aspal.
Di sekitar lubang juga terlihat retakan memanjang, menandakan bahwa kerusakan kemungkinan akan semakin meluas jika tidak segera ditangani.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Pemuda Desa Pulau Kayu, Alfian menyampaikan keprihatinannya dan meminta pemerintah untuk segera turun tangan.
Menurutnya, kerusakan di jalur nasional seperti ini tidak boleh dibiarkan terlalu lama karena risiko kecelakaan sangat tinggi.
“Kami menerima banyak laporan terkait lubang di simpang Transito Desa Pulau Kayu ini. Lokasinya berada di jalur yang ramai dan persis ditikungan, sehingga sangat membahayakan. Pemerintah, khususnya pihak terkait seperti Balai Jalan Nasional, perlu segera melakukan penanganan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa di beberapa lokasi strategis yang menjadi akses utama bagi warga juga mengalami kerusakan.
“Keselamatan pengguna jalan adalah hal yang prioritas. Jangan tunggu ada korban baru mengambil tindakan,” tambahnya.
Menurut warga sekitar, lubang ini telah ada selama beberapa waktu namun belum mendapat perhatian serius dari pihak berwenang. Upaya sementara hanya dilakukan secara swadaya oleh masyarakat dengan memasang penanda seadanya.
“Kalau hujan deras, lubang ini terisi air sehingga tidak kelihatan. Itu yang paling berbahaya. Kami berharap pemerintah segera menambal atau memperbaiki jalan ini karena ini jalan nasional, bukan jalan kecil,” ujar Nyak Syeh masyarakat setempat.
Beberapa pengendara roda dua juga mengaku pernah hampir terjatuh ketika mencoba menghindari lubang. Mereka berharap pihak terkait dapat melakukan perbaikan permanen, bukan hanya tambal sulam yang biasanya tidak bertahan lama.
Jalan transito Desa Pulau Kayu ini dikenal sebagai jalur alternatif bagi transportasi masyarakat, termasuk untuk aktivitas ekonomi seperti distribusi barang, transportasi hasil laut, hingga menjadi jalur menuju fasilitas umum seperti sekolah dan kantor pemerintahan. Kerusakan jalan di titik vital seperti ini tentu akan berdampak pada aktivitas masyarakat secara luas.
Sejumlah sopir angkutan truk juga mengeluhkan kondisi tersebut. Mereka menyebut bahwa kerusakan jalan dapat merusak kendaraan dan menyebabkan penundaan perjalanan.
“Mobil bisa rusak kalau sering kena lubang sedalam ini. Apalagi posisinya tepat di jalur laju kami,” keluh Ihsan, seorang sopir.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bekerja sama dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) agar segera melakukan peninjauan dan memperbaiki kerusakan tersebut sebelum menyebabkan kecelakaan fatal.
Ketua Pemuda Desa Pulau Kayu, Alfian kembali menegaskan bahwa persoalan seperti ini tidak boleh disepelekan. “Setiap titik jalan rusak di jalur nasional harus menjadi perhatian serius,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai rencana perbaikan jalan di kawasan tersebut. Namun masyarakat berharap agar tindakan cepat diambil sebelum kerusakan meluas dan menimbulkan korban.
Dengan kondisi lalu lintas yang cukup padat setiap harinya, terutama pada pagi dan sore hari, lubang sedalam 20–30 sentimeter di simpang Transito Pulau Kayu ini kini menjadi salah satu titik rawan kecelakaan yang patut mendapat perhatian segera dari pemerintah. Masyarakat hanya berharap keselamatan pengguna jalan dapat menjadi prioritas utama.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar









