Home / Internasional / Peristiwa

Kamis, 11 Desember 2025 - 18:30 WIB

Kemlu RI tegaskan Indonesia menolak upaya sistematis yang lemahkan UNRWA

mm Redaksi

Foto : Gedung Pancasila Kementrian Luar Negeri Indonesia

Foto : Gedung Pancasila Kementrian Luar Negeri Indonesia

Jakarta – Kementerian Luar Negeri RI menegaskan Indonesia menolak upaya-upaya sistematis yang bertujuan melemahkan Lembaga Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA).

Pernyataan tersebut dikeluarkan Kemlu RI melalui akun media sosial X, Kamis (11/12) menyusul tindakan penerobosan tanpa izin yang dilakukan oleh otoritas Israel terhadap kompleks kantor UNRWA di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur pada 8 Desember 2025.

“Tindakan tersebut jelas-jelas merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, termasuk Fatwa Hukum ICJ tanggal 22 Oktober 2025 serta Konvensi 1946 tentang Hak Istimewa dan Kekebalan Lembaga PBB,” tulis pernyataan Kemlu RI.

Baca Juga :  Perkuat Kerjasama Aceh-Rusia, Wali Nanggroe Bawa Tiga Rektor Perguruan Tinggi ke Tatarstan

Kementerian Luar Negeri RI mendesak Israel untuk mematuhi kewajiban hukumnya, dan menghentikan seluruh kebijakan dan tindakan yang menghambat pelaksanaan mandat UNRWA.

Indonesia menyatakan bahwa UNRWA merupakan badan penerima mandat PBB yang memainkan peran tak tergantikan dalam menyediakan pendidikan, layanan kesehatan, dan bantuan bagi jutaan pengungsi Palestina.

Karena itulah, Indonesia menegaskan komitmen untuk terus mendukung UNRWA melaksanakan mandatnya.

Indonesia juga mendesak Israel sepenuhnya menghormati mandat dan fasilitas PBB, serta menciptakan situasi yang kondusif bagi proses perdamaian bagi Palestina.

Baca Juga :  Kemlu RI Pastikan Perlindungan 30 WNI Peserta Global Sumud Flotilla ke Gaza

Pada 8 Desember 2025, Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini menulis di akun media sosial X bahwa polisi Israel yang didampingi oleh pejabat kota, memasuki fasilitas tersebut secara paksa dengan sepeda motor dan truk, serta memutus semua jaringan komunikasi dan menyita properti fasilitas tersebut.

Kemudian bendera PBB diturunkan dan diganti dengan bendera Israel.

“Namun, apa pun tindakan yang diambil di dalam negeri, kompleks tersebut tetap mempertahankan statusnya sebagai tempat milik PBB, kebal dari segara bentuk campur tangan,” kata kepala UNRWA.

Lazzarini juga menambahkan bahwa Mahkamah Internasional (ICJ) telah menggarisbawahi bahwa Israel berkewajiban untuk bekerja sama dengan UNRWA dan badan-badan PBB lainnya.

Baca Juga :  Kemlu RI Upayakan Pemulangan 7 ABK WNI Terlantar di Perairan Myanmar

Lazzarini menegaskan bahwa tempat milik PBB tidak dapat diganggu gugat – dengan kata lain, kebal dari penggeledahan dan/atau penyitaan dan membuat properti dan aset PBB kebal dari proses hukum.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pun mengeluarkan pernyataan yang mengecam keras upaya Israel yang masuk dengan paksa itu.

“Kompleks ini tetap merupakan wilayah PBB dan tidak dapat diganggu gugat serta kebal dari segala bentuk campur tangan lainnya,” kata Guterres.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Nasional

Asrama Mahasiswa Rusak Diterjang Angin, Pemkab Agara Janji akan Segera Diperbaiki

Internasional

Dubes Uni Eropa Sampaikan Simpati Bencana Aceh dalam Pertemuan dengan Wali Nanggroe

Aceh Barat

Lagi, Penipuan yang Mengatasnamakan Pj Bupati Mahdi

Daerah

Nyawa warga Aceh Singkil terancam akibat Baut Jembatan Dicuri

Hukrim

Haji Uma Fasilitasi Pemulangan Tiga Warga Aceh Korban TPPO di Laos

Daerah

Hanya Orang Gila yang Mau Kelola Bersama Empat Pulau Aceh Singkil

Internasional

Situasi kemanusiaan di Rakhine terus memburuk, 20 Pengungsi Rohingya Tiba di Pulau

Internasional

Trend Warga Aceh Medical Chek Up ke Negeri Jiran