Aceh Barat Daya – PLN terus mengintensifkan upaya pemulihan sistem kelistrikan di Provinsi Aceh pasca terganggunya interkoneksi listrik Sumatera–Aceh akibat bencana alam.
Hingga Minggu (14/12/2024) pukul 15.00 WIB, progres pembangunan dua tower emergency pada jalur transmisi Pangkalan Brandan–Langsa telah memasuki tahap akhir dan menjadi kunci utama pemulihan pasokan listrik secara menyeluruh di wilayah Aceh.
Berdasarkan pembaruan resmi PLN UID Aceh, pembangunan tower emergency tersebut saat ini masih menghadapi sejumlah kendala teknis akibat kondisi cuaca dan medan yang ekstrem di lokasi pembangunan.
Meski demikian, PLN memastikan seluruh sumber daya telah dikerahkan guna mempercepat penyelesaian pekerjaan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan sistem.
Manager ULP PLN Blangpidie, Zafandilla, menyampaikan bahwa pemulihan listrik di wilayah Aceh, khususnya area kerja ULP Blangpidie, dilakukan secara bertahap untuk menjaga stabilitas sistem dan menghindari gangguan lanjutan.
“PLN tidak hanya fokus pada kecepatan, tetapi juga pada keamanan dan kestabilan sistem. Setiap tahapan pemulihan kami lakukan dengan perhitungan matang agar pasokan listrik yang kembali menyala benar-benar andal dan aman bagi masyarakat,” ujar Zafandilla.
Ia menjelaskan, tower emergency yang sedang dibangun memiliki peran strategis untuk memulihkan kembali interkoneksi listrik Sumatera–Aceh yang sempat terputus akibat bencana.
“Setelah interkoneksi kembali normal, PLN akan melanjutkan tahapan berikutnya berupa penyalaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan Raya Unit 2, 3, dan 4 secara bertahap,” katanya.
Menurut Zafandilla, tahapan ini sangat krusial karena PLTU Nagan Raya merupakan salah satu penopang utama sistem kelistrikan Aceh. Dengan beroperasinya kembali unit-unit pembangkit tersebut, pasokan daya akan semakin stabil dan merata ke seluruh wilayah.
“Setelah interkoneksi pulih, sistem pembangkitan akan kami aktifkan secara bertahap. PLTU Nagan Raya menjadi salah satu prioritas karena kontribusinya sangat besar terhadap keandalan listrik Aceh,” jelasnya.
PLN mencatat, setelah sistem pulih, aliran listrik akan disalurkan ke sedikitnya 20 gardu induk, 558 penyulang, serta 15.717 gardu distribusi yang tersebar di seluruh Aceh.
“Proses penyaluran ini dilakukan secara berurutan untuk memastikan tidak terjadi lonjakan beban yang berpotensi mengganggu sistem,” katanya.
Zafandilla menambahkan bahwa di tingkat ULP Blangpidie, personel PLN siaga penuh selama 24 jam untuk memastikan kesiapan jaringan distribusi saat suplai listrik kembali normal.
“Petugas kami di lapangan sudah bersiaga penuh. Begitu pasokan dari sistem induk stabil, kami siap melakukan penormalan jaringan distribusi hingga ke pelanggan,” katanya.
Ia juga mengapresiasi kesabaran masyarakat selama proses pemulihan berlangsung. Menurutnya, dukungan dan pengertian pelanggan sangat membantu PLN dalam menjalankan pekerjaan teknis di lapangan yang penuh tantangan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kesabaran dan dukungan masyarakat. PLN berkomitmen untuk bekerja maksimal agar listrik Aceh pulih sepenuhnya secepat mungkin,” ujar Zafandilla.
PLN juga mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan resmi melalui kanal komunikasi PLN, seperti Contact Center PLN 123, media sosial resmi, serta aplikasi PLN Mobile.
Sebagai BUMN yang bertanggung jawab atas penyediaan listrik nasional, PLN menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan keandalan sistem kelistrikan, khususnya di wilayah rawan bencana seperti Aceh. Upaya percepatan pemulihan ini menjadi bagian dari tanggung jawab PLN dalam mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.
“PLN akan terus bekerja penuh dan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada. Target kami jelas, yaitu memulihkan sistem kelistrikan Aceh secara menyeluruh dan berkelanjutan,” tutup Zafandilla.
Dengan progres pembangunan tower emergency yang terus berjalan dan koordinasi intensif di seluruh lini, PLN optimistis pemulihan listrik Aceh dapat segera rampung dan kembali melayani masyarakat secara normal.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar











