Home / Nasional / Pendidikan

Senin, 22 Desember 2025 - 16:40 WIB

SMAN 7 Banda Aceh Raih Empat Medali NASPO 2025 di UGM

mm Redaksi

Siswa SMA Negeri 7 Banda Aceh bersama guru pembimbing usai meraih dua medali emas dan dua medali perak pada ajang NASPO Nasional 2025 di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Foto: Dok. Istimewa

Siswa SMA Negeri 7 Banda Aceh bersama guru pembimbing usai meraih dua medali emas dan dua medali perak pada ajang NASPO Nasional 2025 di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh — SMA Negeri 7 Banda Aceh kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang National Applied Science Project Olympiad (NASPO) Tingkat Nasional 2025 yang digelar di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada 18–21 Desember 2025. Pada kompetisi tersebut, SMAN 7 Banda Aceh berhasil meraih empat medali, terdiri dari dua medali emas dan dua medali perak.

Medali emas pertama diraih pada kategori Entrepreneurship melalui karya berjudul “Inovasi Skincare Berbasis VCO dan Ekstrak Kenanga; Strategi Peningkatan Ekonomi Kreatif Generasi Muda di Era Global”. Tim ini terdiri dari Siti Shazia Hawra, Fairuz Mardhotillah, Ade Ulfa, A. Iqbal Al Ghazali, dan Farid Hafidz.

Baca Juga :  Ahmad Sahroni Dukung Pengamanan Kejagung oleh TNI

Sementara itu, kategori Functional Food menyumbangkan medali perak lewat inovasi “Pemanfaatan Ekstrak Nenas (Ananas comosus) dan Sawi (Brassica juncea L.) dalam Pembuatan Gummy” yang dikembangkan oleh Aqilla Raisya Putri, Tuanku Mikala Sakha Hamada Gunawan, Alfin Alfaiz, Radhial Umami, Kania Aisha Putri, dan Muhammad Daffa Althaf.

Prestasi berikutnya datang dari kategori Waste Treatment yang meraih medali perak melalui karya “Masker Wajah 3 in 1 dari Limbah Kulit Langsat”. Tim ini beranggotakan Muhammad Nouval Abdullah, Cut Niena Mahira, Siti Sara Nadia, Athaya Qanita Aimee, Rayyan Jibril Alfaqih, dan Nur Asyifa Diwantina.

Baca Juga :  Dugaan Pemerasan masuknya TKA di Indonesia, KPK Buka Peluang Panggil Pihak Ditjen Imigrasi

Medali emas kedua kembali diraih pada kategori Functional Food melalui inovasi “Mi Grib-Grib dari Labu Kuning dan Ikan Kembung sebagai Camilan Bergizi dalam Pencegahan Stunting”. Tim ini terdiri dari Raghasyah Patala Tsaqib, Batrisyia Alsha Qistina, Cut Emira Shazia Latifah, Muhammad Sultan Ghifara, Cut Ghayata Lilia Hasan, dan Mutiara Salsabil.

Kepala SMAN 7 Banda Aceh, Dr. Erla, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian tersebut.

“Alhamdulillah, pencapaian ini merupakan hasil kerja keras dan komitmen siswa dalam berinovasi, serta pendampingan intensif dari para guru pembimbing. Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mendorong budaya riset dan kreativitas di lingkungan sekolah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Puncak Peringatan Hari Pers Nasional 2024, Ketua MPR RI Bamsoet Apresiasi Ditandatanganinya Perpres Hak Cipta Penerbit

Dr. Erla juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada siswa dan para guru pembimbing Bu Fatmayani, Bu Novris, dan Miss Aifa, serta kepada Komite Sekolah yang telah memberikan dukungan penuh terhadap keikutsertaan SMAN 7 Banda Aceh pada ajang nasional tersebut.

“Keberhasilan ini semakin mengukuhkan posisi SMAN 7 Banda Aceh sebagai sekolah yang aktif mendorong pengembangan potensi siswa melalui pembelajaran berbasis proyek, inovasi, dan kompetisi akademik. Sekolah berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk terus berkarya, berprestasi, dan membawa nama baik sekolah di tingkat yang lebih tinggi” tutupnya.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Hukrim

OTT Terhadap Jaksa Tak Perlu Izin Jaksa Agung

Nasional

Menko Polhukam Imbau Bawaslu, Kejaksaan, dan Kepolisian Berkolaborasi Cegah Potensi Tindak Pidana Pilkada

Pemerintah Aceh

Akademisi Jebolan Harvard Ajak Disdik Berani Berinovasi untuk Bangkitkan Mutu Pendidikan

Hukrim

Menko Polkam Bentuk Satgas Terpadu untuk Gebuk Premanisme

Nasional

Kontingen Porwanas PWI Aceh Dijamu Masyarakat Aceh di Kalsel

Nasional

Gubernur Aceh Terima Bantuan Logistik Rp9 Miliar dari Kemensos untuk Penanganan Banjir dan Longsor

Pemerintah Aceh

Plt. Kadisdik Aceh: Guru Tak Hanya Mengajar, Tapi Menuntun ke Surga

Nasional

Nasionalisme Jadi Fondasi Stabilitas Politik dan Ketahanan Bangsa