Penang – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang kembali menjalankan fungsi pelindungan (Warga Negara Indonesia (WNI) dengan membantu dua PMI (Pekerja Migran Indonesia) pulang ke Tanah Air setelah sempat mengalami perlakuan majikan tidak sesuai hukum dalam bekerja di Penang, Malaysia (20/12).
KJRI Penang dalam keterangan yang dikutip menyatakan, Kasus Pertama terjadi pada Ibu X Bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga dengan majikan di Lorong Berjaya, Georgetown.
“Ibu X menghadapi beban kerja berat (melayani rumah, kedai, dan dua gudang), belum menerima gaji dan lembur secara penuh (seharusnya RM1.500 + overtime RM340), serta paspor yang dipegang paksa oleh majikan,” Tulis KJRI Penang, Kamis, 25 Desember 2025.
Selanjutnya, kasus kedua terjadi pada Ibu Y Bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga di alamat yang sama dengan majikan berbeda. Mengalami permasalahan serupa, beban kerja berlebih, hak gaji dan lembur yang tidak dibayarkan, serta paspor yang ditahan tanpa izin.
Setelah berbagai upaya dan koordinasi dengan pihak berwenang setempat, KJRI Penang berhasil memperjuangkan hak-hak kedua PMI terpenuhi sebelum pulang ke Indonesia. Keduanya telah tiba dengan selamat di Indonesia dan proses pengembalian sisa hak finansial sedang berjalan.
KJRI Penang mengingatkan, PMI berhak atas perlakuan manusiawi, hak finansial yang jelas, dan akses terhadap dokumen pribadinya.
Jangan ragu menghubungi KJRI Penang jika mengalami masalah selama bekerja di Malaysia. Mari bersama menjaga martabat dan hak-hak pekerja Indonesia di mana pun mereka berada.
Editor: Amiruddin. MK









