Banda Aceh – Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda akhir November lalu menyebabkan ribuan hektar kebun kopi di Bener Meriah dan Aceh Tengah rusak. Dua daerah di dataran tinggi Gayo itu selama ini dikenal sebagai penghasil kopi arabika terbaik.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Cut Huzaimah mengatakan, lahan kopi dan semua lahan perkebunan lainnya sedang dalam pendataan final sampai tanggal 20 Januari 2026.
“Pendaatan tersebut akan tertuang dalam rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana (R3P) aceh,” Kata Cut Huzaimah melalui pesan singkat kepada Kantor Berita NOA.co.id, Kamis (8/1/2026).
Terkait para petani yang terdampak bencana, cut menambahkan, Akan dibantu pastinya menurut tingkat kerusakannya.
“Kita update terus dengan kementerian pertanian dan bantuannya maksimal dengan APBN,” Terangnya.
Berikut Data Sementara Lahan Perkebunan Terdampak Bencana Hidrometeorologi di Provinsi Aceh :
1. Kab. Aceh Singkil
– Sawit Rakyat :451,73 Ha
2. Kab. Aceh Tamiang
– Kakao : 619,20 Ha
– Sawit Rakyat : 13.748,35 Ha
– Pinang : 340,80 Ha
– Karet : 6.942,50 Ha
– Kopi Robusta : 33,60 Ha
– Kelapa Dalam : 297,20 Ha
– Nilam : 4,40 Ha
Kab. Aceh Tengah
– Kakao : 18,03 Ha
– Pinang : 11,52 Ha
– Kopi Robusta : 24,94 Ha
– Kopi Arabica : 3.790,59 Ha
– Tembakau : 10,22 Ha
– Serai Wangi : 160,18 Ha
– Tebu : 0,90
Kab. Aceh Tenggara
– Kakao : 47,00 Ha
Kab. Aceh Timur
– Kakao : 340,00 Ha
– Sawit Rakyat : 805,00 Ha
– Karet : 95,00 Ha
– Kelapa Dalam : 105,00 Ha
– Nilam : 30,00 Ha
Kab. Aceh Utara
– Kakao : 391,00 Ha
– Sawit Rakyat : 290,00 Ha
– Pinang : 60,00 Ha
– Tembakau : 23,00 Ha
Kab. Bener Meriah
– Perkebunan Campuran : 89,20 Ha
– Kopi Arabica : 3.941,90 Ha
Kab. Bireuen
– Sawit Rakyat : 60,00 Ha
Kab. Gayo Lues
– Kakao : 50,00 Ha
– Kopi Arabica : 433,00 Ha
-Tembakau : 168,00 Ha
– Serai Wangi : 360,00 Ha
– Kemiri : 170,00 Ha
– Nilam : 40,00 Ha
Kab. Nagan Raya
– Sawit Rakyat : 2.007,18 Ha
Kab. Pidie
– Kakao : 10,00 Ha
Kab. Pidie Jaya
– Kakao : 210,00 Ha
– Sawit Rakyat : 210,00 Ha
– Pinang : 70,00 Ha
– Kelapa Dalam : 44,00 ha
Editor: Amiruddin. MK










