Home / Internasional / Peristiwa

Minggu, 18 Januari 2026 - 13:30 WIB

329 WNI di Iran, Kemlu RI: Saat Ini Belum Diperlukan Evakuasi

mm Redaksi

Plt Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah memberikan keterangan pers saat Press Briefing di Ruang Palapa, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (8/1/2026). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom.

Plt Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah memberikan keterangan pers saat Press Briefing di Ruang Palapa, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (8/1/2026). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom.

Jakarta – Kementerian Luar Negeri RI melalui KBRI Tehran terus memantau situasi keamanan dan kondisi warga negara Indonesia (WNI) di Iran yang dilanda aksi demo besar-besaran. Saat ini, Kemlu RI mencatat ada 329 WNI di Iran.

“Jumlah WNI saat ini yang tercatat 329 orang dengan konsentrasi utama di kota Qom,” kata Plt Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu RI, Heni Hamidah, kepada wartawan, Minggu (18/1/2026).

Heni mengungkap, kondisi terkini di Iran. Menurutnya, kondisi Iran saat ini membuat evakuasi ratusan WNI belum diperlukan.

Baca Juga :  Kapal Alami Kecelakaan, 20 WNI selamat dan telah dievakuasi

“Berdasarkan asesmen KBRI dan dengan memperhatikan kondisi di lapangan saat ini belum diperlukan evakuasi. Namun demikian persiapan mengantisipasi eskalasi situasi keamanan sesuai rencana kontigensi terus dilakukan. KBRI berkomunikasi dengan simpuls WNI di Tehran dan sekitarnya,” jelasnya

Diketahui, beberapa negara sudah menyerukan warga negaranya untuk meninggalkan Iran. Salah satunya pemerintah India, yang menyerukan warganya segera meninggalkan Iran yang dilanda aksi demo besar-besaran. Menurut kelompok hak asasi manusia, penindakan keras pemerintah terhadap protes massal itu telah menewaskan ribuan orang.

Dilansir kantor berita AFP, Kamis (15/1), Kementerian Luar Negeri India memperkirakan biasanya ada sekitar 10 ribu warga negara India di Iran.

Baca Juga :  Kemlu RI : Kemungkinan izin konsuler akses telpon terhadap 7 Nelayan Aceh di Myanmar Senin

“Warga negara India yang saat ini berada di Iran (mahasiswa, peziarah, pebisnis, dan turis) disarankan meninggalkan Iran dengan alat transportasi yang tersedia,” kata Kedutaan Besar India di Tehran, ibu kota Iran, dalam sebuah unggahan di media sosial pada Rabu (14/1) malam waktu setempat.

Pemerintah Polandia lewat Kementerian Luar Negeri juga menyeru warganya segera meninggalkan Iran.

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan telah mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menunda serangan militer apa pun terhadap Iran. Hal ini diungkapkan oleh para pejabat AS di tengah meruncingnya ketegangan antara Iran dan AS.

Baca Juga :  Kemlu RI Upayakan Pemulangan 7 ABK WNI Terlantar di Perairan Myanmar

Dilansir Al Arabiya, Jumat (16/1), seorang pejabat senior AS mengatakan kepada media terkemuka AS, New York Times, bahwa Netanyahu meminta Presiden Amerika menunda rencana serangan tersebut.

Seorang pejabat senior Arab Saudi mengatakan kepada AFP bahwa Saudi, Qatar, dan Oman juga telah memimpin upaya untuk membujuk Trump agar tidak menyerang Iran, karena khawatir akan “dampak buruk yang serius di kawasan itu”.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Hukrim

Jelang Hari Raya, KPK Imbau ASN dan Penyelenggara Negara Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Daerah

“Pelajaran” Berujung Laporan Polisi: Kisah Lima Remaja yang Diamankan di Desa Wel-Wel

Banda Aceh

Rumah Kos Terbakar Saat Sahur di Banda Aceh, 5 Armada Damkar Dikerahkan

Peristiwa

Supir Hilang Kendali, 3 Orang Meninggal Dunia di Trumon Tengah

Hukrim

Pelaku Penjual Bayi ke Singapura Patok Harga Belasan Juta

Internasional

Penggunaan AI oleh China Bikin Amerika Ketar-ketir

Peristiwa

Polisi Tangani Kasus Seorang Pria Meninggal di Kamar Kos

Hukrim

Bupati Aceh Singkil Diminta Lakukan Tes Urine Terhadap seluruh ASN