Langsa – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Aceh, Meurah Budiman memberikan motivasi kepada taruna dan taruni Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) yang telah melaksanakan kegiatan bakti sosial selama beberapa hari pada wilayah terdampak banjir di Provinsi Aceh.
Meurah menyampaikan apresiasi atas keterlibatan para taruna dan taruni dalam kegiatan sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Apa yang kalian jalani bukan sekadar kegiatan terjadwal, tetapi proses belajar memahami manusia dan situasi yang nyata. Dari situ, kepekaan dan tanggung jawab akan terbentuk,” ujar Kakanwil Meurah, Selasa, 20 Januari 2025.
Menurut dia, pengalaman lapangan menjadi bagian penting dalam proses pembentukan sikap dan cara pandang calon aparatur pengayoman.
Kakanwil juga mengingatkan para taruna dan taruni agar menjaga sikap serta kedisiplinan selama menjalankan setiap aktivitas. Kehadiran di lapangan, kata dia, menuntut keteladanan, baik dalam tindakan maupun tutur kata.
Melalui pemberian motivasi dan penyerahan alat bantu bakti sosial tersebut, kegiatan bakti sosial taruna dan taruni Poltekpin di Lapas Narkotika Langsa ditandai sebagai bagian dari pembelajaran lapangan yang menempatkan nilai pengayoman dalam praktik keseharian.
Kegiatan tersebut dirangkai dengan penyerahan alat bantu bakti sosial dalam apel pagi di lingkungan LPN Langsa.
Apel berlangsung di halaman Lapas Narkotika Langsa dengan diikuti seluruh taruna dan taruni Poltekpin yang terlibat dalam kegiatan bakti sosial.
Penyerahan alat bantu dilakukan sebagai dukungan terhadap aktivitas sosial yang sebelumnya telah dijalankan di dalam dan sekitar lapas.
Sejumlah pimpinan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Aceh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum.
“Melalui pemberian motivasi dan penyerahan alat bantu bakti sosial tersebut, kegiatan bakti sosial taruna dan taruni Poltekpin di Lapas Narkotika Langsa ditandai sebagai bagian dari pembelajaran lapangan yang menempatkan nilai pengayoman dalam praktik keseharian,” Demikian Meurah Budiman.
Editor: Amiruddin. MK









