Meulaboh — Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM, memimpin rapat penanganan stunting, kemiskinan, dan inflasi yang berlangsung di ruang rapat Sekretaris Daerah, Rabu (21/1/2026). Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh unsur stakeholder di Aceh Barat dan dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekda, Dr. Ir. Kurdi, ST, MT, MH.
Dalam rapat, Plt Sekda Kurdi menyampaikan harapan agar ketiga masalah utama tersebut dapat mengalami penurunan pada tahun 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.
“Harapan kita kemiskinan yang saat ini berada di 15 sekian persen bisa turun di tahun ini sekitar dua persen. Kemudian inflasi bisa terjaga di sasaran nasional yaitu tetap di sekitar 2,5 persen. Pada Desember lalu posisi inflasi kita Year on Year-nya adalah 5,5 sekian persen,” kata Kurdi.
Terkait stunting, Kurdi menjelaskan bahwa pada tahun 2025 jumlah kasus stunting di Aceh Barat sekitar 33 persen. Pada tahun 2026, angka tersebut sudah turun menjadi 25,8 persen, namun masih berada di atas rata-rata nasional yaitu 18 persen.
“Harapan kita bisa turun lima persen untuk stunting. Seluruh stakeholder seperti Dinas Pangan, Kesehatan, DP3AKB, PUPR, Perkim, DKP, Dinsos, ekonomi, dan lainnya berkumpul hari ini untuk mengintervensi secara terintegrasi dan terpadu demi percepatan penurunan tiga sasaran itu,” ujar Kurdi.
Rapat tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Barat untuk terus melakukan langkah strategis dalam menurunkan angka stunting, kemiskinan, dan inflasi melalui koordinasi lintas sektor yang terintegrasi.
Editor: Amiruddin. MK









