Home / Aceh Besar / Pendidikan

Kamis, 22 Januari 2026 - 15:24 WIB

Camat Darul Kamal Dorong Sekolah Ramah Anak dan Bebas Kekerasan

mm Redaksi

Camat Darul Kamal, Husaini, S.Pd.I, saat berkunjung ke SDN Neusok untuk mendorong penerapan lingkungan sekolah ramah anak di Aceh Besar, Rabu (21/01/2026). Foto: Dok. MC Aceh Besar

Camat Darul Kamal, Husaini, S.Pd.I, saat berkunjung ke SDN Neusok untuk mendorong penerapan lingkungan sekolah ramah anak di Aceh Besar, Rabu (21/01/2026). Foto: Dok. MC Aceh Besar

Kota Jantho — Dalam upaya memperkuat perlindungan anak di lingkungan pendidikan, Pemerintah Kecamatan Darul Kamal mendorong seluruh satuan pendidikan agar menjadi lingkungan yang nyaman untuk belajar dan berkreativitas, serta ramah anak dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Hal tersebut disampaikan Camat Darul Kamal, Husaini, S.Pd.I, saat melakukan kunjungan ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) Neusok, Kecamatan Darul Kamal, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (21/1/2026).

Baca Juga :  Pemkab Aceh Besar dan Danlanud SIM Dukung Program Ketahanan Pangan

“Setiap anak dan orang tua tentu menginginkan anaknya berada di tempat yang aman, nyaman, dan ramah untuk belajar. Oleh karena itu, kita mendorong setiap sekolah memiliki fasilitas serta lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” ujar Husaini.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga pendidik yang telah menunjukkan komitmen dalam menciptakan lingkungan sekolah yang ramah anak. Menurutnya, dunia pendidikan merupakan ruang utama dalam pembentukan karakter generasi muda, sehingga sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi seluruh peserta didik.

Baca Juga :  Satpol PP WH Banda Aceh Pulangkan Pelajar Bolos, Orang Tua Langsung Dilibatkan

“Kekerasan terhadap anak, baik fisik, psikis, maupun verbal, dapat berdampak besar terhadap perkembangan anak. Karena itu, sekolah memiliki peran strategis dalam memberikan perlindungan serta membangun sistem yang mendukung kesejahteraan anak,” katanya.

Husaini menegaskan bahwa upaya perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab guru semata, melainkan merupakan tanggung jawab bersama antara orang tua, masyarakat, dan pemerintah daerah. Ia mengajak seluruh pihak untuk lebih peka terhadap tanda-tanda kekerasan yang mungkin dialami anak, baik di lingkungan rumah maupun sekolah.

Baca Juga :  220 Surat Suara Sisa dan Rusak Dimusnahkan di Aceh Besar

“Mencegah kekerasan jauh lebih penting daripada menanganinya. Sekolah harus benar-benar menjadi ruang aman bagi anak-anak. Guru tidak hanya berperan sebagai pendidik akademik, tetapi juga sebagai pelindung, pembimbing, dan teladan bagi peserta didik,” pungkasnya.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Forum Masyarakat Indrapuri Pertanyakan SK Bupati Aceh Besar soal Penetapan Imum Chik Masjid Abu Indrapuri

Aceh Besar

Berusia Ratusan Tahun, Menelusuri Masjid Bung Sidom di Aceh Besar

Kesehatan

Pelajar Sabang Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19

Aceh Besar

Pj Bupati bersama Forkopimda Aceh Besar Ikuti Zoom Meeting Rakor Pengendalian Inflasi

Pemerintah Aceh

Marthunis Pamit, Murthalamuddin Siap Lanjutkan Misi Pendidikan Aceh

Pendidikan

Ratusan Murid SD Belajar di Meunasah, Tagore Minta Kadisdik Bener Meriah Dicopot

Banda Aceh

Buka Perjusa SMP Islam Al-Azhar Cairo, Wawalko Banda Aceh Tekankan Pentingnya Pembangunan Karakter

Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Dorong SDM Unggul Lewat Pendidikan Vokasi dan Sertifikasi Kompetensi