Nagan Raya – Terkait pemberitaan mengenai dugaan lambatnya penanganan pasien bernama Sultan di RSUD Sultan Iskandar Muda (SIM) Nagan Raya yang berujung pada meninggalnya pasien, Direktur RSUD SIM Nagan Raya, dr. Muhammad Iqbal, M.K.M., akhirnya angkat bicara. Kamis (22/01/2026).
Dalam keterangannya, dr. Iqbal membantah tudingan tersebut dan menjelaskan kronologi kejadian dari sudut pandang pihak rumah sakit.
“Pasien datang ke rumah sakit dalam keadaan sudah sakit. Sebelumnya, pasien sudah berobat di Banda Aceh dan pasca sunat. Jadi, datang ke rumah sakit sini memang dalam keadaan sakit,” jelas dr. Iqbal.
Ia menambahkan, pasien sudah mendapatkan tindakan medis dan perawatan yang memadai, bahkan sudah masuk kamar rawat inap. Namun, karena kondisinya tidak kunjung membaik, pasien meminta untuk dirujuk ke rumah sakit lain.
“Proses rujuk itu kan tidak bisa langsung berangkat. Kita harus konfirmasi dulu ke rumah sakit yang dituju. Mungkin di situ keluarga pasien tidak sabar, jadi dibilang tidak ada dokter, tidak ada rumah sakit. Itu tidak benar, dokter itu pasti ada. Tapi, mobil ambulans tidak mungkin berangkat tanpa persetujuan dari rumah sakit yang dituju, karena kalau sampai di sana nanti tidak ada kamar, siapa yang disalahkan?” papar dr. Iqbal.
Direktur RSUD Bantah Lalai, Sebut Semua Ada Prosedurnya

Dr. Iqbal juga membantah tudingan bahwa dirinya lalai dalam menangani kasus ini. Ia menegaskan bahwa semua tindakan medis yang dilakukan telah sesuai dengan prosedur yang berlaku dan semua bagian di rumah sakit bertanggung jawab atas pelayanan yang diberikan.
“Saya juga tidak mengerti kenapa dibilang direktur lalai, karena semua ada bagiannya. Tapi, walaupun seperti itu, saya tetap bertanggung jawab dengan semua yang ada di rumah sakit,” tegasnya.
Kondisi Pasien Sudah Parah Saat Masuk RSUD
Dr. Iqbal juga menjelaskan bahwa kondisi pasien saat masuk ke RSUD SIM Nagan Raya sudah cukup parah. Berdasarkan informasi yang ia terima, pasien masih menggunakan kateter dan merasakan nyeri yang hebat.
“Waktu masuk di rumah sakit SIM, informasi yang saya dapat masih pasang kateter, sudah nyeri-nyeri, sudah menjerit-jerit gitu. Tapi, ya kita namanya rumah sakit tetap kita rawat,” ungkapnya.
Inisiatif Rujuk Bisa Dari Keluarga atau Dokter
Terkait upaya rujuk, dr. Iqbal menjelaskan bahwa inisiatif tersebut bisa berasal dari keluarga pasien maupun dari dokter yang merawat. Jika inisiatif datang dari keluarga pasien, tetap harus ada persetujuan dari dokter yang merawat.
“Karena rujuk itu harus ada persetujuan dokter yang merawat. Kalau tidak ada, itu namanya paksa,” jelasnya.
Pihak RSUD Klaim Sudah Komunikasi dengan Dokter yang Menangani
Dr. Iqbal juga mengklaim bahwa pihaknya sudah berkomunikasi dengan dokter yang menangani pasien Sultan dan mengecek keseluruhan proses penanganan yang telah dilakukan.
“(Kami) sudah ngecek keseluruhan, memang bagaimana (penanganannya),” ujarnya.
Dengan adanya klarifikasi dari pihak RSUD SIM Nagan Raya, diharapkan masyarakat dapat memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kejadian sebenarnya. Awak media NoA.co.id akan terus berupaya mendapatkan informasi dari berbagai pihak terkait, termasuk keluarga pasien, untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif dan berimbang mengenai kasus ini. Perkembangan terbaru akan segera kami laporkan.
Editor: Amiruddin. MKReporter: Aprizali Munandar









