Home / Aceh Utara

Kamis, 5 Februari 2026 - 13:48 WIB

Dari Honorer ke PPPK, Perjalanan Panjang Dua Tenaga Kesehatan

mm Syaiful Anshori

Herawati (kanan) dan Maryani (kiri) yang merupakan salah satu peserta deretan PPPK Paruh Waktu formasi 2025 yang dilantik hari ini, Kamis, 5 Februari 2026. Dok. Ist

Herawati (kanan) dan Maryani (kiri) yang merupakan salah satu peserta deretan PPPK Paruh Waktu formasi 2025 yang dilantik hari ini, Kamis, 5 Februari 2026. Dok. Ist

 

Aceh Utara – Terik matahari menyengat halaman lokasi pelantikan. Panas terasa menyusup hingga ke kulit, namun tak sedikit pun mengusik fokus Herawati dan Maryani. Di antara deretan peserta yang berdiri rapi, dua perempuan itu menyimpan cerita panjang tentang kesabaran, pengabdian, dan penantian yang akhirnya menemukan ujungnya.

Hari ini, Kamis, 5 Februari 2026, keduanya resmi dilantik sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu formasi 2025. Sebuah status yang bagi sebagian orang mungkin terdengar administratif, tetapi bagi Herawati dan Maryani adalah pengakuan atas tahun-tahun pengabdian yang dijalani dalam senyap.

Baca Juga :  Wagub Aceh Fadhlullah Resmikan Dapur Menu Bergizi Gratis di Seunuddon, Dukung Program Pemenuhan Gizi Nasional

Herawati bukan nama baru di Puskesmas Muara Batu. Sejak 2012, ia telah menjadi bagian dari denyut pelayanan kesehatan di fasilitas itu. Lebih dari satu dekade, ia menjalani peran sebagai tenaga honorer—datang lebih awal, pulang paling akhir, melayani pasien tanpa membedakan status, sembari menyimpan satu harapan sederhana: kepastian.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Tinjau Kedatangan Bantuan Logistik di Bandara Malikussaleh Aceh Utara

Maryani memulai langkahnya sebagai honorer pada 2024. Tahun-tahun pengabdian itu ia jalani dengan ketekunan yang sama. Meski belum lama dibanding Herawati, Maryani merasakan langsung bagaimana rapuhnya posisi tenaga honorer. Namun, pilihan untuk bertahan selalu ia sandarkan pada keyakinan bahwa kerja yang jujur akan menemukan jalannya.

Pelantikan siang itu menjadi titik balik. Status yang selama ini hanya bertuliskan “honorer” akhirnya berganti. Bukan sekadar perubahan nomenklatur, melainkan simbol kehadiran negara yang mengakui jerih payah para pelayan publik di lini terdepan.

Baca Juga :  PJ Bupati Simeulue Imbau Peserta Tes PPPK Tetap Tenang, Ada Kebijakan untuk yang Tidak Lulus

Di bawah terik matahari, senyum Herawati dan Maryani mengembang. Ada kelegaan yang tak perlu banyak kata. Perjalanan panjang mereka belum usai, tetapi hari itu menjadi penanda bahwa kesetiaan dan kesabaran, meski berjalan perlahan, tetap menemukan waktunya sendiri.***

Editor: Amiruddin. MKReporter: Syaiful Anshori

Share :

Baca Juga

Aceh Utara

Ini Imbauan Wabup Aceh Utara Saat Buka Manasik Haji

Aceh Utara

Gubernur Aceh Mualem Hadiri Pelantikan IKA Unimal, Azhari Cagee Resmi Jadi Ketua Umum

Aceh Utara

Kapolres Aceh Utara Ajak Bersinergi Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

Aceh Utara

Lantik 3 Imum Mukim dan 32 Keuchik Baru, Ini Pesan Ayahwa

Aceh Utara

Disela Pembukaan MTQ, Ayahwa: Mari Kita Bangun Bumi Pase dari Keterpurukan

Aceh Utara

Wagub Aceh Fadhlullah Resmikan Dapur Menu Bergizi Gratis di Seunuddon, Dukung Program Pemenuhan Gizi Nasional

Aceh Utara

Kunjungi Pengungsian di Matang Kareung, Marlina Muzakir dan Dinsos Aceh Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

Aceh Utara

Bupati Aceh Utara Tempel Stiker Nomor Telepon Penting di Rumah Warga, Ini Tujuannya