Meulaboh – Bupati Aceh Barat, Tarmizi, S.P., M.M., bersama Wakil Bupati Said Fadheil, S.H., dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Aceh Barat, Dr. Kurdi, memimpin apel gabungan di kompleks DLHK Kabupaten Aceh Barat, Senin pagi (9/2/2026). Kegiatan ini menegaskan komitmen Pemkab Aceh Barat dalam menindaklanjuti instruksi Presiden terkait penanganan sampah dan penguatan kebersihan lingkungan.
Bupati Tarmizi menekankan bahwa masalah sampah sudah menjadi prioritas utama yang harus ditangani secara serius, terukur, dan berkelanjutan, terutama di wilayah Kota Meulaboh. Ia meminta seluruh jajaran DLHK tampil sebagai garda terdepan sekaligus teladan bagi instansi dan masyarakat.
“Ini serius. Hari ini kami datang mengajak kita semua memperlihatkan bahwa Aceh Barat itu bersih. Kita tidak ingin masuk dalam daftar daerah yang bikin Presiden marah,” tegas Tarmizi.
Sebagai langkah nyata, Pemkab Aceh Barat akan menggelar aksi gotong royong massal pada Jumat, 13 Februari 2026. Kegiatan melibatkan TNI, Polri, ASN, hingga pelajar, dan fokus pada pembersihan sampah serta penertiban baliho dan spanduk yang mengganggu estetika kota.
Menurut Bupati Tarmizi, gerakan ini bukan sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menjadikan kebersihan sebagai budaya hidup sehari-hari. Targetnya jelas: menjadikan Kota Meulaboh bersih, tertata, dan layak meraih penghargaan Adipura.
Untuk mendorong semangat, Tarmizi menyampaikan rencana pemberian reward bagi pihak yang berkontribusi nyata, seperti kebijakan sebelumnya di tahun 2025 yang memberikan tiket umroh bagi pekerja kebersihan berprestasi.
“Seperti tahun 2025, kita sudah berikan reward berupa tiket umroh. Ini akan kita lanjutkan untuk apresiasi mereka yang benar-benar bekerja menjaga kebersihan Aceh Barat,” tambahnya.
Bupati Tarmizi berharap Aceh Barat terbebas dari persoalan sampah dan mampu tampil sebagai daerah bersih, nyaman, dan membanggakan, sejalan arahan Pemerintah Pusat.
Editor: Amiruddin. MK













