Kota Jantho – Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris, menggelar rapat peningkatan kinerja bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Jumat (13/2/2026).
Rapat ini menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan komitmen jajaran pemerintah daerah dalam menindaklanjuti program strategis yang telah dibahas di tingkat kementerian, lembaga, maupun pemerintah provinsi.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan pentingnya keseriusan dan konsistensi OPD dalam mengawal setiap usulan program ke pemerintah pusat. Ia menyoroti bahwa sejumlah proposal daerah kerap tidak ditindaklanjuti karena kurang komunikasi lanjutan.
“Banyak kementerian yang sebenarnya siap membantu, tetapi mereka menunggu keseriusan dari kita. Jangan hanya datang sekali, sampaikan proposal, lalu selesai tanpa komunikasi lanjutan. Minimal dua sampai tiga kali hadir untuk memastikan progresnya,” tegasnya.
Bupati juga memaparkan hasil koordinasi dengan kementerian terkait, termasuk pembangunan Sekolah Rakyat di Bukit Meusara, pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk mendukung petani menghadapi kekeringan, serta penguatan digitalisasi sekolah melalui Kementerian Pendidikan dan Kementerian Kominfo.
Selain itu, Bupati menekankan pentingnya OPD aktif menjalin komunikasi dengan Pemerintah Aceh. Aceh Besar sebagai daerah penyangga ibu kota provinsi harus mendapatkan perhatian proporsional dalam alokasi program dan anggaran.
“APBK rutin tiap tahun pasti ada, tapi kepala OPD jangan hanya bergantung pada APBK. Harus proaktif menjemput APBA, APBN, bahkan membuka peluang kerja sama dengan swasta atau lembaga non-pemerintah,” tambahnya.
Dalam rapat tersebut, Bupati juga memaparkan rencana pembangunan RSUD Aceh Besar, cabang kampus Pascasarjana Universitas Islam Negeri Ar-Raniry di Kota Jantho, dan penyediaan lahan untuk kampus IPDN. Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag., telah menyetujui hibah tanah untuk pembangunan RSUD serta program Pascasarjana di Kota Jantho.
Di akhir rapat, Bupati menegaskan bahwa perubahan pola pikir, keberanian berinovasi, dan kesungguhan dalam mengawal program menjadi kunci utama percepatan pembangunan Aceh Besar.
“OPD harus bekerja serius, progresif, dan tidak menunggu. Kita harus aktif mencari peluang, memperjuangkan anggaran, dan memastikan setiap kesempatan bisa kita bawa pulang untuk kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.
Editor: Amiruddin. MK










