Home / Daerah / Hukrim / Pendidikan / Peristiwa

Minggu, 15 Februari 2026 - 21:53 WIB

Sembilan KRI TNI AL Jaga Timah Rp173 Miliar di Babel

mm Redaksi

Prajurit satuan tugas pengamanan laut bersiaga di atas kapal cepat dengan latar belakang kapal perang KRI Brawijaya-320 yang tengah berpatroli di perairan Bangka Belitung, Minggu (15/2/2026). (Foto: NOA.co.id/HO- Dispenal)

Prajurit satuan tugas pengamanan laut bersiaga di atas kapal cepat dengan latar belakang kapal perang KRI Brawijaya-320 yang tengah berpatroli di perairan Bangka Belitung, Minggu (15/2/2026). (Foto: NOA.co.id/HO- Dispenal)

Bangka Belitung – TNI AL mengerahkan kekuatan besar untuk memagari kekayaan alam Indonesia di perairan Bangka Belitung. Sebanyak 9 kapal perang (KRI) mengawal latihan tempur sekaligus memamerkan hasil tangkapan timah dan logam langka senilai miliaran rupiah, Minggu (15/2/2026).

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali memimpin langsung gelaran latihan anti-akses dan anti-amfibi ini.

Sembilan kapal perang yang terlibat meliputi KRI Brawijaya-320, KRI RE Martadinata-331, KRI John Lie-358, KRI Cut Nyak Dien-375, KRI Tjiptadi-381, KRI Halasan-630, KRI Surik-645, KRI Semarang-594, hingga KRI Pulau Fani-731.

Baca Juga :  Seludupkan Barang Ilegal, TNI AL Amankan Dua Boat Asal Filipina
Satu unit Multi Launcher Rocket System (MLRS) Korps Marinir memuntahkan roket saat simulasi pertahanan pantai dalam latihan tempur di Bangka Belitung, Minggu (15/2/2026). (Foto: NOA.co.id/HO-Dispenal)

Selain manuver kapal perang, TNI AL juga menguji teknologi militer terbaru seperti drone surveilans dan drone kamikaze. KRI RE Martadinata-331 menggetarkan lokasi dengan tembakan meriam 76 mm, sementara roket MLRS Korps Marinir menghujam sasaran sebagai senjata utama pertahanan pantai. Pasukan pendarat Marinir pun merangsek maju untuk pendaratan amfibi yang terintegrasi dengan satgas udara.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul, menjelaskan integrasi alutsista modern dalam latihan ini bertujuan untuk menutup ruang gerak pelaku illegal mining.

Baca Juga :  Polisi dan Keluarga Gagalkan Seorang Gadis yang akan Bunuh Diri

“Kita menguji sistem kendali mobil dan drone kamikaze untuk memastikan tidak ada celah bagi penyelundup di wilayah strategis ini,” ujarnya menjelaskan skenario operasi.

Usai latihan tempur, Ali meninjau tumpukan barang bukti hasil operasi keamanan laut bersama satuan lapangan Tri Cakti. TNI AL berhasil menyita 496,892 ton timah serta 10.762,117 ton logam tanah jarang (LTJ) seperti zircon, ilmenite, dan monazite. Total nilai komoditas yang berhasil diselamatkan dari praktik ilegal ini mencapai Rp173,6 miliar.

Baca Juga :  Frigate Terbesar Se-Asia Tenggara Milik TNI AL KRI Brawijaya-320 Tiba di Tanah Air

Ali menegaskan, operasi ini merupakan perintah langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto. Fokus utama Prabowo, kata Ali, tertuju pada pemberantasan penyelundupan sumber daya alam yang merugikan negara serta merusak ekosistem lingkungan.

“Bangka Belitung memiliki sumber daya yang sangat kaya, sayang sekali kalau diselundupkan bahkan menguntungkan negara lain,” tegas Ali.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Hukrim

Kemenko Polkam Tekankan Sinergi Nasional dalam Penguatan Keamanan Laut

Pendidikan

Gubernur Aceh Dorong Universitas Al-Muslim Jadi Pusat Inovasi dan Penggerak SDM Unggul

Aceh Besar

Aceh Besar Jadi yang Pertama di Aceh, Disdikbud Gelar Pemilihan Duta Pelajar Sadar Hukum Tingkat SMP

Peristiwa

Kejagung berbelasungkawa Gugurnya Staf Kejari Simalungun saat bertugas

Aceh Timur

Jelang HUT RI ke-79, Polsek Darul Aman Imbau Warga Pasang Bendera Merah Putih

Internasional

Bakamla RI Jemput Empat Nelayan Indonesia di Perbatasan Laut Indonesia–Malaysia

Hukrim

Kemlu : 10 Ribu WNI Terlibat Online Scam

Daerah

Nagan Raya ‘Gersang’: Pohon Hias Mati, Citra Kota Ikut Merana!