Home / Aceh Barat Daya / Pemerintah

Sabtu, 25 April 2026 - 16:13 WIB

Abdya Pecahkan Rekor Dunia Toet Lumang

mm Teuku Nizar

Penyerahan sertifikat Rekor Dunia oleh perwakilan MURI pada kegiatan toet lumang Pemkab Abdya. Foto. Dok. Teukunizar/NOA.co.id

Penyerahan sertifikat Rekor Dunia oleh perwakilan MURI pada kegiatan toet lumang Pemkab Abdya. Foto. Dok. Teukunizar/NOA.co.id

Aceh Barat Daya – Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengukir sejarah pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 dengan mencatatkan rekor dunia melalui penyajian leumang dan tape terbanyak.

Prestasi tersebut diraih dalam kegiatan bertajuk “Meuseraya Toet Leumang” yang digelar di bantaran Sungai Krueng Beukah, Gampong Lhung Asan, Kecamatan Blangpidie, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan yang melibatkan ribuan masyarakat itu berhasil menghadirkan lebih dari 15 ribu batang leumang dan sekitar 27 ribu tape yang disajikan secara bersamaan.

Baca Juga :  Pj Bupati Aceh Besar Pimpin Apel Tahunan 2024 Pesantren Tgk Chiek Oemar Diyan

Perwakilan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Luhtfi Syah Pradana, mengatakan berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan, jumlah leumang yang tercatat mencapai 15.178 batang, sedangkan tape yang disajikan mencapai sekitar 27.000 buah.

“Setelah kami melakukan perhitungan dan memverifikasi seluruh sajian leumang dan tape yang diklaim terbanyak, maka dengan ini kami menganugerahkan penghargaan sajian leumang terbanyak dan sajian tape terbanyak di dunia serta mengucapkan selamat kepada Kabupaten Aceh Barat Daya atas perolehan rekor ini,” ujar Luhtfi saat penyerahan piagam penghargaan.

Baca Juga :  Wakili Pj Bupati, Kaban Kesbangpol Aceh Besar Minta Seluruh Perangkat Desa Jaga Netralitas

Prestasi tersebut diraih melalui kolaborasi dan gotong royong masyarakat dalam menyukseskan tradisi memasak leumang yang menjadi salah satu kuliner khas Aceh.

Bupati Aceh Barat Daya, Safaruddin, mengatakan pencapaian tersebut bukan semata-mata untuk mengejar prestasi, melainkan sebagai upaya melestarikan tradisi dan memperkuat kebersamaan masyarakat.

“Ini bukan sekadar mengejar prestasi, tetapi bentuk gotong royong masyarakat yang luar biasa,” kata Safaruddin.

Menurutnya, tradisi leumang memiliki nilai budaya sekaligus nilai ekonomi karena mampu menggerakkan aktivitas masyarakat. Selain itu, leumang merupakan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Baca Juga :  Plt Sekda Aceh Buka Pascal XIII SMA 10 Fajar Harapan

“Leumang ini tradisi nenek moyang yang harus dijaga,” ujarnya.

Kegiatan “Meuseraya Toet Leumang” menjadi salah satu rangkaian perayaan HUT ke-24 Kabupaten Aceh Barat Daya.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga berhasil mengantarkan daerah berjuluk Bumi Breuh Sigupai itu mencatatkan namanya dalam rekor dunia melalui sajian leumang dan tape terbanyak.

Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar

Share :

Baca Juga

Aceh Barat Daya

Mus Seudong Desak Percepatan Sertifikasi Rumah Dhuafa

Aceh Barat Daya

YARA Abdya Desak Kapolres dan Kasat Reskrim Baru Usut Dugaan Pelangsiran Solar Subsidi

Aceh Barat Daya

Chandra Kirana Dapat Penghargaan Dari Kapolres 

Aceh Besar

Kuta Malaka Juara Umum Taekwondo PORKAB 2025

Internasional

Kemlu RI Pastikan Perlindungan 30 WNI Peserta Global Sumud Flotilla ke Gaza

Aceh Besar

Cegah Terjadi Kecelakaan, Forkopimcam dan Masyarakat Kuta Baro Tambal Jalan Berlubang

Pemerintah

Asisten Sekda Aceh Antar Keberangkatan Ketum dan Sekjend PBNU Kembali ke Jakarta

Aceh Timur

Rapat Paripurna Di DPRK Pendapatan Aceh Timur Raih Rp 1,9 Triliun