Home / Parlementaria

Senin, 11 Agustus 2025 - 09:58 WIB

BHS Soroti Kendala Transportasi Menuju IKN

mm Poppy Rakhmawaty

Politisi Partai Gerindra Bambang Haryo Soekartono. Foto: ig@bambangharyos.

Politisi Partai Gerindra Bambang Haryo Soekartono. Foto: ig@bambangharyos.

Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) mendesak pemerintah mengevaluasi rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Ia menilai langkah tersebut berpotensi menjadi beban berat bagi rakyat, terutama dari sisi biaya transportasi dan akomodasi.
Dirinya menjelaskan, Jakarta sebagai ibu kota dan pusat pemerintahan saat ini dikunjungi sekitar 10 juta orang setiap hari, dengan 3,5 juta di antaranya berasal dari wilayah Jabodetabek dan sisanya dari berbagai daerah di Pulau Jawa. Mereka dapat mengakses pusat pemerintahan dengan berbagai moda transportasi, mulai dari berjalan kaki, sepeda, becak, kuda, motor, mobil, hingga kereta api.
Meski begitu, jika pusat pemerintahan pindah ke Kalimantan, masyarakat yang berkepentingan ke IKN, termasuk perusahaan besar, BUMN, dan DPR, akan terpaksa menggunakan transportasi udara atau laut.
“Jika diasumsikan ada 2 juta orang yang berkepentingan langsung ke IKN dan harga tiket pesawat Rp 1,5 juta, maka biaya transportasi bisa mencapai Rp 3 triliun per hari. Pulang-pergi menjadi Rp 6 triliun per hari, ditambah akomodasi Rp 2 triliun per hari. Totalnya Rp 8 triliun per hari atau Rp 2.920 triliun per tahun,” ujar Bambang, di Jakarta, Minggu (10/8/2025).
BHS, sapaan akrabnya ini juga menyoroti keterbatasan kapasitas transportasi udara. Saat ini, Indonesia memiliki sekitar 450 pesawat berkapasitas 200 penumpang. Dengan empat penerbangan pulang-pergi per hari, total daya tampung hanya 360 ribu penumpang per hari, jauh di bawah kebutuhan 2 juta penumpang.
Kapasitas Bandara Sultan Aji Balikpapan pun terbatas, hanya mampu menampung 30 pesawat atau sekitar 45 ribu penumpang per hari. Sementara bandara IKN sendiri hanya bisa menampung sekitar 600 penumpang per hari. Transportasi laut pun dinilai tidak efektif karena membutuhkan waktu berhari-hari untuk sekali perjalanan.
“Belum lagi wilayah Sumatera, Sulawesi, Bali, dan NTT yang akan menuju ke IKN, mau ditampung di mana dan menggunakan transportasi apa? Ini harus dikaji mendalam,” tutur anggota Dewan Pakar Partai Gerindra tersebut.
Ia pun mengingatkan agar kebijakan pemindahan IKN tidak justru mempersulit rakyat. “Diharapkan pemerintah segera mengevaluasi dan memutuskan langkah terbaik, agar rakyat tidak dikorbankan demi kepentingan pembangunan IKN,” tandasnya.
Baca Juga :  Pj Bupati Aceh Besar Hadir dan Terima Arahan Presiden Jokowi di IKN

Editor: Poppy RakhmawatyReporter: Poppy Rakhmawaty

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Ketua DPRK Aceh Besar Ajak Semua Pihak Bersinergi Wujudkan Kemajuan Daerah

Parlementaria

Eror, Anggota DPRA Minta BSI Beri Kompensasi Bagi Nasabah di Aceh

Parlementaria

Semua Fraksi di DPRA Sepakat Pansus Tambang Dilanjutkan

Parlementaria

Sosialisasi Draft Perubahan UUPA di Aceh Utara Diwarnai Ragam Masukan

Daerah

Firman Soebagyo Pastikan Revisi UUPA Tetap Dijalur Helsinki

Daerah

Di Aceh Jaya, Anggota DPR RI Upayakan Perbaikan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat

Daerah

Silaturahmi Dengan Kaum Hawa, T. Guntara Tampung Sejumlah Aspirasi 

Parlementaria

Temui Menkopolhukam, Ketua DPRA dan Wali Nanggroe Serahkan Daftar Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu