Home / Internasional / Peristiwa

Kamis, 20 November 2025 - 14:18 WIB

Bukan Korban TPPO: KBRI Phnom Penh Tangani WNI Pemain Bola Yang Menyasar Sampai Ke Kamboja

Farid Ismullah

Rizki Nur Fadhilah (Pertama Kiri), asal Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, tiba di KBRI Phnom Penh dalam keadaan sehat jasmani dan rohani, Rabu (19/11/2025). (Foto : Noa.co.id/HO-KBRI Phnom Penh).

Rizki Nur Fadhilah (Pertama Kiri), asal Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, tiba di KBRI Phnom Penh dalam keadaan sehat jasmani dan rohani, Rabu (19/11/2025). (Foto : Noa.co.id/HO-KBRI Phnom Penh).

Phnom Penh – Sekitar pukul 06:00 waktu setempat (19/11), Rizki Nur Fadhilah (RNF), asal Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, tiba di KBRI Phnom Penh dalam keadaan sehat jasmani dan rohani.

Duta Besar Indonesia untuk Kamboja Santo Darmosumarto mengatakan, RNF memohon fasilitasi KBRI agar dapat kembali ke tanah air setelah keluar dari sindikat penipuan daring dimana dia sebelumnya bekerja.

“KBRI pertama kali menerima laporan dari keluarga RNF melalui Hotline Pelindungan WNI pada 10 November 2025. Namun, minimnya informasi yang didapatkan KBRI menyulitkan proses untuk mencari tahu keberadaan RNF,” Kata Dubes Santo dalam keterangan resminya kepada Kantor Berita NOA.co.id, Kamis, 20 November 2025.

Baca Juga :  Jaringan Kamboja Buka Cabang di Bali, 5 WNI Jadi Operator 'Love Scamming'

Dubes santo menjelaskan, KBRI terus menjalin komunikasi dengan keluarga sampai akhirnya RNF tiba secara mandiri di KBRI pagi, Kamis (19/11).

Sebagaimana diketahui, pemberitaan mengenai kasus yang menimpa RNF, terutama di sosial media, sempat menarik perhatian banyak pihak.

Sebelumnya, Diberitakan bahwa RNF menerima tawaran sebagai pemain bola di Medan, namun tanpa diketahui sebabnya menyasar sampai ke Kamboja.

Setelah dilakukan pendalaman oleh pihak KBRI dengan RNF, didapatkan informasi bahwa yang bersangkutan sejak awal mengetahui akan bekerja di Kamboja, namun tidak menginfokan keluarganya.

RNF mendapatkan info lowongan pekerjaan via sosial media dan selama proses perekrutan tidak mendapatkan tekanan.

Baca Juga :  Obat Mata Yusra Yunita Hanya untuk Tiga Hari

Tidak terdapat pula kekersan fisik saat yang bersangkutan berada di sindikat penipuan daring di Sihanoukville.

Berbagai kondisi tersebut mengarah pada kesimpulan bahwa RNF tidak terindikasi sebagai korban TPPO.

Saat ini, KBRI Phnom Penh sedang mengurus dokumen perjalanan dan berkoordinasi dengan instansi terkait di Kamboja agar RNF dapat segera kembali ke Indonesia.

Beberapa pihak di tanah air telah menyampaikan keinginan untuk juga memberikan dukungan bagi upaya kepulangan RNF.

Seiring meningkatnya kasus penipuan lowongan pekerjaan, KBRI Phnom Penh kembali mengimbau seluruh masyarakat Indonesia agar lebih waspada dan berhati-hati terhadap tawaran kerja di luar negeri, terutama yang menjanjikan kerja mudah, gaji besar, dan minim persyaratan.

Baca Juga :  179 WNI/PMI Kelompok Rentan Berhasil Dipulangkan dari Malaysia

Masyarakat Indonesia juga kiranya perlu melakukan verifikasi informasi terlebih dahulu sebelum menyebarkan atau mempercayai kabar yang beredar.

Manfaatkan saluran informasi resmi dan media terpercaya untuk dapatkan update tentang isu-isu terkini di Kamboja.

Apabila terdapat WNI di Kamboja yang membutuhkan bantuan, WNI atau keluarga langsung dapat menghubungi Hotline Pelindungan WNI KBRI Phnom Penh di nomor +855 12 813 282.

“Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan KBRI Phnom Penh,” Demikian Dubes Santo.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Hukrim

Diduga Korban TPPO, Bakamla RI – Korea Coast Guard dan KBRI Seoul selamatkan delapan ABK WNI

Daerah

Setelah dikepung Buaya, kini Aceh Singkil dikepung Malaria

Internasional

54 WNI Terjaring di Markas Scam Myanmar Berhasil Dipulangkan Kemlu RI

Internasional

Perang Dunia III Akan Pecah? AS Tetap Sita Kapal Tanker Rusia

Internasional

DPRA Mencari jalan keluar Penanganan Pengungsi Rohingya di Aceh

Hukrim

Kemlu RI Berhasil Pulangkan 46 WNI Korban TPPO di Myanmar

Daerah

APH Diminta Periksa Plt. Kadisdik Aceh Singkil

Internasional

Sunway Medical Centre Penang Rumah Sakit Pertama Menerima QRIS Sebagai Metode Pembayaran